BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Pedagang Pasar SMEP akhirnya bos PT Perabu Artha, Fery Sulistiyo alias Alay selaku pengembang pasar ke pihak Kepolisan. "Sudah laporanya, kalau saya ke Polresta, kalau pak Singgapai ke Polda laporanya dia," ujar Reza, salah satu pedagang Semep saat dikonfirmasi Jumat (11/5/2018) malam.

Pedagang awalnya tetap menginginkan persoalan SMEP dingin tanpa harus ada yang dilaporkan. Namun, karena permintaan uang muka yang mereka inginkan selama ini tidak pernah ditepati dan pengembang selalu berbohong, akhirnya dilaporkan juga ke pihak berwenang.
"Kami tetap menginginkan uang DP pulang, tapi nggak juga dipulngkan. Persoalan ini sudah kepalang tanggung, sampai dipersidangan juga nggak apa-apa saya siap sekarang," kata dia.
Reza menginginkan Pemkot turun tangan menyelesaikan uang muka miliaran itu dipulngkan, hanya saja tidak pernah diindahkan. Menurut dia, pedagang sudah beberapa kali menanyakan hal itu namun justru pedagang lah yang disalahkan.
"Sudah sering ditanyakan, tapi Wali Kota jawabnya salah kalian sendiri kenapa mau menyerahkan DP, kan kami lagi yang disalahkan," katanya.



Reza berharap Pemkot Bandar Lampung turun tangan sepenuhnya membantu pedagang untuk mendapatkan hak mereka yang dirampas selama ini. Persoalan laporan yang telah diserahkan dia menginginkan aparat tetap memproses sesuai aturan hukum yang ada.

"Ada Empat orang yang melapor, tapi sengaja kami pecah sebagian ke Polda, saya ke Polresta, ada juga ke Polsek Tanjungkarang Barat," katanya.
Didalam laporan itu, lanjut dia, ada dua orang yang dilaporkan olehnya, pertama Fery Sulistyo Alias Alay selaku direktur dan istrinya saat itu menjabat sebagai bendahara yang menerima uang muka dari para pedagang.
Disinggung berapa jumlah uang yang dia berikan empat tahun lalu terhadap Alay, Reza menyehut uang muka yang dia serahkan saat itu berjumlah Rp250 Juta. "Saya Rp200 juta, ada yang lebih besar sampai Rp800 juta untuk tiga kios," katanya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR