Bandar Lampung (Lampost.co): Pertumbuhan ekonomi provinsi Lampung diprediksi akan bergerak fluktuatif di triwulan III dan IV 2019 ini. Namun, hingga akhir tahun indeks yang diukur dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) itu memiliki potensi untuk menguat dibandingkan periode sebelumnya dalam kisaran 5,2%-5,6%.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Budiharto Setyawan menjelaskan memasuki triwulan III 2019, pertumbuhan ekonomi Lampung diperkirakan akan berada dikisaran 5,1%-5,5%. Nilai itu melemah dibandingkan triwulan II yang mencapai 5,62%. Hal itu ditopang dari permintaan konsumsi swasta.



"Di triwulan II Lampung memiliki pertumbuhan yang tinggi, karena adanya perayaan hari besar keagamaan. Sehingga, di triwulan III ini sedikit melemah. Tapi, ada pendorong pertumbuhan lainnya yang bersumber dari peningkatan investasi," kata Budi kepada Lampost.co, Rabu, 9 Oktober 2019.

Menurutnya, faktor itu seiring meningkatnya kepastian usaha dari sudut pandang investor setelah masa pemilihan umum dan perbaikan sektor ekspor yang didukung kenaikan produksi perkebunan. Meskipun harga komoditas utama ekspor, seperti CPO dan kopi yang masih berada di level yang rendah. 

"Secara sektoral, produksi komoditas perkebunan, seperti kopi, lada, tebu, dan nanas memasuki musim kemarau diperkirakan menjadi penopang kinerja sektor pertanian, perdagangan, transportasi dan pergudangan," ujarnya.

Kendati demikian, pelemahan itu akan kembali membaik seiring datangnya musim perayaan hari besar keagamaan dan tahun baru di akhir 2019. Hal itu membuag pertumbuhan ekonomi di triwulan IV kembali naik di kisaran 5,2%-5,6% dengan potensi bias ke atas hingga beberapa basis poin dari capaian triwulan sebelumnya. 

"Adanya konsumsi swasta dan faktor musim perayaan hari besar keagamaan dan menjelang tahun baru akan menjadi penopangnya. Pendorong lainnya bersumber juga dari meningkatnya kinerja sektor perdagangan besar-eceran dan penyedia akomodasi makanan dan minuman ditengah peningkatan permintaan menjelang Natal dan tahun baru," ujar dia.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

TAGS


KOMENTAR