BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di daerah pemilihan (Dapil) 2 meliputi Kecamatan Adiluwih dan Kecamatan Sukoharjo di Kabupaten Pringsewu terancam tidak bisa ikut berkompetisi dalam konstelasi pemilihan umum (Pemilu) 17 April 2019 mendatang.

Hal tersebut diduga karena potensi kuota 30% perempuan didapil 2 tersebut tidak terpenuhi karena ada bakal calon anggota legislatifnya tidak memenuhi syarat.



Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pringsewu, Suryo Cahyono menceritakan bukan tidak memenuhi syarat, namun ada bacaleg didapil tersebut terkendala SKCK karena di kantor Polres Pringsewu ada pergantian penjabat Polres sehingga proses penandatangan SKCKnya terhambat.

"Saya juga agak terkejut. Kita sedang saya pelajari juga, kedepan kita koordinasi kepada Polres, KPU dan Panwaslu. Kita juga bisa melakukan gugata kepada Panwas disertai bukti kuat. Partai kita dirugikan," katanya kepada Lampost.co, Senin (6/8/2018).

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Pringsewu, A. Andoyo mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan verifikasi berkas terhadap perbaikan daftar calon dan syarat calon pada 1-7 Agustus 2017. Kemudian pihaknya akan membuat berita acara penyusunan dan penetapan Daftar Calon Sementara (DCS) pada 8-12 Agustus 2018.

"Masih dilakukan pemeriksaan sampai tanggal 7 Agustus 2018. Nanti kita umumkan pada 12 Agustus untuk penetapan DCS. Kalau misalnya ada calon yang kurang puas dengan kita, maka dipersilahkan untuk menggugat di Panwaslu," katanya.

Komisioner KPU Provinsi Lampung Divisi Teknis, Ahmad Fauzan mengatakan apabila ketika sudah dinyatakan TSM dan berpengaruh terhadap jumlah presentase 30% kuota perempuan, maka didapil tersebut  tidak bisa mengikuti pemilu 2019. Ia juga menceritakan sudah banyak partai politik yang melakukan komunikasi dan mencari informasi mengenai hal tersebut.

"Kalau ada partai politik yang ternyata ketika dilihat tidak memenuhi syarat dan didapilnya tidak memenuhi syarat presentase kuota perempuan. Maka didapil tersebut dicoret dan tidak bisa mengikuti pemilu 2019," katanya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR