KOTA AGUNG (Lampost.co) -- DPC PDIP Tanggamus meminta Banwaslu bersikap adil terkait kasus perusakan alat peraga kampanye (APK) yang diduga dilakukan sengaja oleh AM, oknum Panwascam Kelumbayan.

Menurut LO DPC PDIP Tanggamus Hasmal Yadi, lokasi pemasangan bahan kampanye adalah bekas kantor desa yang sudah tidak beroperasi selama bertahun-tahun dan dimiliki secara sah oleh warga.



"Jadi jangan dibuat berputar-putar. Kalau pun lokasi pemasangannya melanggar apakah panwas berhak merusak. Sedangkan panwas bertindak sendiri untuk menurunkan APK/BK sudah menyalahi aturan," katanya, , Kamis (31/5/2018).

Tuduhan perusakan terhadap oknum panwas ini bukanlah tudingan sembarangan. Karena ada saksi yang melihat langsung peristiwa perusakan bahan kampanye dan bukti fisiknya. "Saksi yang melihat perusakan itu ada dan siap dihadirkan di meja hijau," katanya.

Pihak PDIP meminta Panwaskab dan Bawaslu tidak berlaku berat sebelah. Pihaknya mengancam akan melaporkan hal ini ke DKPP dan Bawaslu RI dengan dilengkapi bukti-bukti.

Pengamat politik Yusdianto yang juga merupakan akademisi dari Fakultas Hukum Unila mengatakan cukup menyayangkan adanya aksi penurunan APK ini. Dirinya mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh pihak penyelenggara baik Panwaslu atau Bawaslu karena telah memproses sejumlah kasus penurunan APK. Namun dirinya menyayangkan adanya kecenderungan sikap berat sebelah yang sudah ditunjukan oleh penyelenggara.

"Saya sangat mengapresiasi dengan apa yang sudah dilakukan Bawaslu. Tapi seharusnya penyelenggara bisa bertindak tanpa pandang bulu, tegakan hukum dengan tegas terhadap setiap pelanggar," katanya.

Menurutnya, Bawaslu sudah bersikap keras di satu sisi dengan lemah pada sisi lainnya. Penyelenggara harus berdiri ditengah antara para calon sehingga tidak akan muncul komentar dan pemikiran negatif. 

Sementara Ketua Panwaskab Tanggamus Dedi Fernando mengatakan bahwa dirinya enggan berkomentar lagi soal kasus tersebut. Sebab pihaknya sudah memproses semua persoalan ini sesuai dengan mekanisme yang ada. "Saya No Coment ajalah, karena semua sudah di proses dan dijatuhkan sangsi," katanya.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR