KOTA AGUNG (Lampost.co)--Pihak PDI Perjuangan merasa keberatan dengan aksi anggota Panitia Pengawas (Panwas) Kecamatan Kelumbayan yang dengan sengaja merobek salah satu poster paslon Bupati dan Wakil Bupati Tanggamus. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (31/3) di Pekon Paku, Kecamatan Kelumbayan, Tanggamus.

LO DPC PDIP Tanggamus, Hasmal Yadi, mengatakan dirinya mendapatkan laporan dari kader PDIP di kecamatan setempat jika poster Paslon Desa yang dipasang di salah satu rumah milik warga pada siang hari sementara perobekan poster dilakukan pada sore hari. Atas kejadian ini pihaknya merasa keberatan dengan adanya aksi yang terkesan arogan.
"Kami sudah hubungi Ketua Panwas Tanggamus supaya tidak bertingkah berlebihan. Sebab, tindakan merobek poster ini sudah kelewat batas, apalagi itu poster resmi dari KPU," ujarnya, Minggu (1/4/2018).



Ini dia poster paslon yang disobek. (Foto:Lampost/Abu Umaraly)


Rencananya, akan segera dilakukan pertemuan terbatas antara kedua belah pihak untuk mendapatkan alasan yang jelas atas peristiwa itu. Sebab meski pernah digunakan sebagai kantor pekon pada 1995 dan PAUD, tetapi status rumah tersebut masih dimiliki secara perorangan.

"Besok rencananya kami akan membahas permasalahan ini. Kami sangat berharap agar Panwas bisa bersikap bijak," kata dia.

Untuk diketahui, bahwa pada Poster paslon Desa telah dicopot dan dirobek oleh salah satu anggota panwas Kelumbayan. Poster tersebut dipasang di rumah warga yang sebelumnya sempat dijadikan kantor pekon dan Paud. Namun demikian rumah tersebut tidak diwakafkan untuk fasilitas umum dan masih dimiliki secara pribadi.

Sementara Ketua Panwaskab Tanggamus Dedi Fernando mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan pendalaman mengenai masalah ini. Dirinya belum mendapatkan informasi yang jelas seputar masalah ini karena Amri yang merupakan anggota Panwas Kelumbayan belum melaporkan secara langsung pada dirinya.
"Saya belum tahu secara pasti sehingga belum dapat memberikan komentar. Kami masih menggali masalah ini dan belum ada rencana bertemu dengan pihak PDIP," kata dia. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR