PRINGSEWU  (Lampost.co)--Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kabupaten Pringsewu menggelar perkaderan Darul Arqom Madya (DAM) di Perguruan Tinggi Muhammadiyah Kabupaten Pringsewu, Selasa  (30/1/2018).
Darul Arqam Madya (DAM) merupakan pengkaderan utama tingkat kedua dari tiga tingkat pengkaderan dan merupakan persyaratan bagi calon pimpinan IMM tingkat Daerah dengan tujuan Mengembangkan karakter dan kepribadian cendikiawan serta mutu anggota hingga mencapai kualifikasi kader IMM yang mempunyai wawasan tingkat daerah dan nasional sebagai pemimpin umat. Perkaderan ini dilaksanakan selama lima hari mulai 30 Januari hingga 3 Februari 2018 dengan mendatangkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Ada 30 peserta yang ikur: 3 orang peserta dari Bukit Tinggi, 3 dari Bogor, 2 dari Maluku, 1 dari Bandung, dan 21 peserta dari berbagai daerah di Provinsi Lampung. 
Dengan mengusung tema “IMM dan Kepemimpinan Muslim; menakar konsepsi kader umat, bangsa dan persyarikatan untuk indonesia berdaulat” dengan harapan para peserta mampu mengaplikasikan tema yang di usung.
Naufal Rais, ketua pelaksana, berharap kegiatan ini dapat mencetak kader-kader militan untuk generasi bangsa Indonesia.
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pringsewu yang diwakili Da’im Abdul Jami dalam sambutannya dan sekaligus membuka acara tersebut menyatakan sangat mengapresiasi kegiatan Organisasi Otonom Muhammadiyah khususnya IMM. Dia menyatakan IMM yang terus menerus mengadakan kegiatan perkaderan, di milai sangat tepat,karena dengan seperti ini akan melahirkan generasi penerus yang andal dalam persyarikatan.
Sementara Ketua Umum PC IMM Pringsewu M. Umarudin menuturkan DAM bukanlah kegiatan rutin di IMM, namun DAM sangat penting di setiap cabang IMM, karena salah satu syarat untuk masuk kedalam kepengurusan cabang.
Dia berharap kegiatan DAM ini dapat melahirkan kader-kader militan yang dapat mengibarkan panji-panji kebaikan di berbagai elemen.
Ketua DPD IMM Lampung Yusuf Ridho Billah memaparkan IMM adalah Organisasi Islam yang berlandaskan Alquran dan as-sunnah, oleh karena itu kader IMM harus siap untuk menindas kemungkaran dan berlomba-lomba dalam kebaikan. 

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR