PANARAGAN (Lampost.co) -- Tim Jagung Nasional pengurus besar Nahdlatul ulama (PBNU), Umar Syah, meminta kepada timnya di daerah khususnya di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) untuk pandai pandai bersinergi dengan pemerintah daerah, forkopimda, aparat kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mengelola bantuan alat sistem pertanian (Alsintan) dan bibit jagung bernilai miliaran rupiah yang akan di kelola oleh Unit Pelayanan Jasa (UPJA) PC NU Kabupaten Tubaba.

"Pesan saya satu, lakukan pendekatan ke semua pihak, terutama ke pemerintah daerah, forkopimda termasuk didalamnya polisi dan tentara, yang kebetulan tentara juga ada kerja sama dengan kementerian pertanian," kata ketua PBNU bidang ekonomi tersebut, sebelum acara penyerahan secara simbolis Alsintan kepada ketua UPJ Tubaba, di halaman Pondok Pesantren Daarul hidayah Al Anshari, Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Senin (30/7/2018).



Selain itu, kepada Tim Jagung daerah, dia meminta untuk pandai-pandai merangkul para pebisnis komoditi jagung dari hilir hingga hulu meliputi pengusaha bibit, obat-obatan hingga tengkulak besar yang ada di masing-masing wilayah.

"Rangkul mereka, ajak mereka jalan bareng sehingga menjadi kekuatan baru bagi kita. Jangan sekali-kali beranggapan bahwa kehadiran kita (PBNU) mengambil program ini dalam rangka memotong sistem yang telah lama dilakukan oleh kelompok lain yang telah lama bermain di perjagungan, karena itu akan menimbulkan kegaduhan dan kerugian bagi kita sendiri," kata dia.

Seperti di ketahui bahwa pada musim tanam tahun 2018, Kabupaten Tulangbawang Barat mendapat bantuan bibit jagung untuk mencukupi areal tanam seluas 5.000 hektare. Setiap hektarenya petani mendapat 15 kg bibit jagung, 50 kg pupuk, serta batuan 10 traktor roda empat dan 20 traktor roda dua.

"Dan itu nantinya akan di kelola oleh Pokja yang di bentuk oleh beberapa kelompok tani (Poktan) yang ada di Tulangbawang arat," kata Umar Syah.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR