KALIANDA (Lampost.co)--Realisasi penerimaan pajak Bumi dan bangunan (PBB) sektor pedesaan dan perkotaan 2017 DI Kecamatan Palas, Lampung Selatan, baru terserap 40,59 persen dari ketetapan wajib pajak sebesar Rp890,1 juta. Angka persentase itu masih jauh dari target 70 persen yang diharapakan.

Camat Palas Rika Wati mengatakan pada 2017 ketetapan wajib pokok PBB untuk Kecamatan Palas sebesar Rp890,1 juta dari jumlah surat pemberitahuan pajak terhitung (SPPT) yang diterima. Hingga saat ini, realisasi PBB itu baru terserap sebesar Rp316,6 juta atau 40,59 persen.



"Dari 21 desa yang ada di Kecamatan Palas, PBB yang sudah masuk dalam laporan kami baru terealisasi sebesar 40,59%. Serapan realisasi PBB ini akan kami pantau terus. Mudah-mudahan capaian dari PBB tahun ini sesuai dengan harapan,"kata dia saat ditemui  di ruang kerjanya, Selasa (3/10/2017).

Dia mengatakan pihaknya tahun ini menargetkan realisasi PBB di setiap desa sebesar 70 persen dari total ketetapan pokok wajib pajak. Berdasarkan data sementara, baru ada empat desa yang telah melebihi target tersebut, yakni Desa Tanjungsari 84,11 persen, Pulautengah 100 persen, Bandanhurip 82,45 persen dan Rejomulyo 71,14 persen.

"Baru ada empat desa yang sudah diatas 70 persen. Selebihnya masih dibawah target itu. Bahkan, yang paling rendah adalah Desa Bumirestu baru 10,76 persen atau baru terealisasi Rp10,2 juta dari ketetapan Rp95,4. Kemudian, Desa Bumidaya sebesar 11,93 persen atau terealisasi Rp10 juta dari ketetapan Rp83,8 juta," katanya.

Menurut Rika, untuk realisasi PBB yang telah disetorkan ke Bank sebesar Rp243,8 juta. Dimana, dana PBB itu disetorkan langsung oleh masing-masing aparat desa. "Berdasarkan hasil monitoring yang masih berlangsung saat ini, jumlah uang belum disetorkan ke bank sebesar Rp33.8 juta. Dalam artian uang itu sudah di tarik oleh desa, namun belum disetorkan," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Bumidaya Dudi Hermana mengatakan hingga saat ini realisasi masih digenjot. Bahkan, aparatur desa setempat masih berjalan untuk menagih PBB tersebut. "Sudah ada penambahan lagi, mas.  Saat ini sudah mencapai Rp26 juta yang sudah masuk ke desa dan segera kami setorkan dulu ke bank," kata dia.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR