BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Masyarakat telah menyemut di Bundaran Tugu Adipura, Bandar Lampung, Kamis (25/7/2019) sejak pukul 14.00.  Diantara masyarakat terlihat sekelompok pria berpakaian seperti seorang pendekar,  lengkap dengan pakaian khas dan senjata. 

Selain itu juga terdapat sekelompok wanita dengan memakai pakaian putih,  namun dengan hiasan bak seorang pengantin adat lampung. Memakai siger dikepala sebagai simbol dan pada pergelangan tangan dibalut gelang. 
Rupanya mereka tengah ikut serta dalam kegiatan pawai budaya adat lampung,  yang digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung, dalam rangka memperingati hari jadi ke-337 tahun. 
Pawai budaya yang dilaksanakan itu menampilkan kearifan lokal, dari 20 Kecamatan yang ada di Kota berjuluk Tapis Berseri. Semua turun di jalan raya, menapakkan kaki beramai-ramai, dengan tujuan memeriahkan kegiatan sekali dalam setahun itu. 
Meskipun matahari begitu menyengat, namun tidak melunturkan niat masyarakat Kota Bandar Lampung untuk menampilkan apa yang menjadi ciri khas dari Kecamatannya masing-masing. 
Mulai dari muda sampai yang tua, semua beramai-ramai tampil satu persatu didepan Wali Kota Bandar Lampung Herman HN, yang menyaksikan penampilan dari seluruh Kecamatan. 
Mengangkat tema kegiatan adat budaya lampung. Hal itu menjadi faktor utama dari Pemerintah setempat untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda di Kota Tapis Berseri, untuk dapat mengenal berbagai adat budaya yang ada di Provinsi Lampung. 
Sebelum seluruh perwakilan dari masing-masing Kecamatan menampilkan ciri khas daerahnya lewat pawai budaya itu. Wali Kota Herman HN membuka jalannya acara kegiatan, dengan memegang bendera hitam putih yang terpasang pada sebuah tongkat, Wali Kota mengangkat bendera sebagai tanda pelaksanaan acara telah dimulai. 
Kurang lebih sekitar 2 setengah jam lamanya kegiatan berlangsung. Seluruh perwakilan dari masing-masing kecamatan telah berusaha sebaik mungkin, agar nantinya terpilih sebagai pemenang dalam pawai budaya tersebut. 
Diakhir acara, para dewan juri mengumumkan hasil penilaian atas penampilan pawai budaya adat dari seluruh kecamatan yang ada. Dan keluarlah Kecamatan Sukabumi, sebagai yang terbaik dari seluruh peserta kegiatan pawai tersebut. 



Namun, pawai budaya menyebabkan pengalihan arus lalu lintas hingga menimbulkan kemacetan cukup pajang di sejumlah ruas jalan.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR