BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Siti Muhatopa (27) Warga Jalan H Agus Salim, Gang Waru, Kelurahan Kaliawi, Kecamatan Tanjungkarang Pusat Bandar Lampung, terisak menangis saat menjalani sidang putusan bersama dengan suaminya, M Hadi Wijaya.

Pasutri ini dijerat dengan undang-undang narkotika atas kepemilikan sabu sebanyak 4 bungkus sedang, serta dua buah timbangan digital yang ditemukan petugas didalam kadang ayam rumah keduanya.



M Hadi Wijaya dijatuhi pidana hukuman selama 8,6 tahun penjara, beserta denda Rp1 miliar subsider 2 bulan kurungan. Sementara terdakwa Siti Muhatopa divonis selama 8 bulan penjara.

Vonis majelis lebih rendah dari tuntutan Jaksa Imam Santoso yang menuntut terdakwa M. Hadi Wijaya dengan pidana penjara selama 13 tahun serta denda Rp1 miliar, subsider 6 bulan kurungan, sementara Siti Muhatopa dituntut pidana penjara selama 1 tahun penjara.

Hakim sependapat dengan Jaksa jika M Hadi Wijaya terbukti secara sah meyakinkan bersalah melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan, narkotika golongan 1 bukan tanaman, terdakwa dinyatakan bersalah melanggar pasal 114 Ayat (2) tentang narkotika. 

"Menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa Siti Muhatopa dengan pidana penjara selama 8 bulan. Dan menjatuhkan pidana terhadap terdakwa M Hadi Wijaya dengan pidana selama 8,6 tahun penjara, serta denda Rp1 miliar subsider 2 bulan," kata Hak Ketua Siti Insirah. 

Atas putusan tersebut Jaksa penuntut umum dan terdakwa menyatakan menerima.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR