KALIANDA (Lampost.co)--Pascatsunami yang melanda perairan Selat Sunda, tempat wisata pantai di Desa Suak, Kecamatan, Sidomulyo, Lampung Selatan, masih lesu.

Bahkan ada lokasi wisata pantai ditutup sementara, karena sepinya pengunjung yang datang ke lokasi tersebut. Sambil menunggu waktu pemulihan, pengelola wisata pantai memperbaiki tempat yang rusak akibat hantaman tsunami yang terjadi beberapa pekan lalu. 
"Untuk sementara kami tutup, belum terima tamu," kata Eko (44) salah seorang pengurus wisata pantai di Desa Suak, Kamis (17/1/2019). 



Kebijakan penutupan lokasi wisata, kata dia, pascatsunami dilakukan pimpinan tempatnya bekerja. Hal itu disebabkan belum adanya pengunjung yang datang untuk berlibur ke pantai. "Masih sepi di sini, jadi pimpinan perintahkan tutup sementara," ujarnya. 

Ada beberapa kerusakan yang dialami tempat wisata pantai tempatnya bekerja akibat hantamana gelombang laut atau tsunami. "Pagar, taman serta beberapa perabotan rusak akibat tsunami," katanya. 

Kepala Desa Suak, Abdullah, mengatakan ada sekitar tiga lokasi wisata pantai yang sudah di kelola di desa setempat. 
Sepinya pengunjung menyebabkan objek wisata di Desa Suak, menjadi tidak bergairah bahkan mati suri, pascatsunami. "Ada yang buka, ada juga yang masih tutup, tapi keadaannya memang sangat sepi," kata dia. 

Menurutnya, pariwisata pantai merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tidak berdampak pada pencemaran lingkungan. Untuk itu, ia berharap pemerintah ikut andil dalam pengembangan sektor tersebut. "Berbeda dengan tambak udang, pariwisata tidak ada dampak pencemaran lingkungan," katanya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR