KALIANDA (Lampost.co) -- Roda pemerintahan Kabupaten Lampung Selatan tetap berjalan seperti biasanya. Bahkan, pelayanan publik tetap berjalan normal, pascapengeledahan kantor bupati dan wakil bupati Lampung Selatan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Sabtu (28/7/2018) lalu.

Selain itu, pekerjaan proyek di Lingkungan Pemkab Lampung Selatan seperti rehabilitasi plafon aula Krakatau dan aula Rajabasa tetap dilaksanakan.



Bahkan, pekerjaan proyek rehabilitasi Masjid Agung Kubah Intan, Kalianda dan perbaikan taman di dua jalur depan tidak jauh dari Kantor Bupati Lamsel tetap berjalan.

"Ya, kalau roda pemerintahan tetap berjalan seperti biasanya dan pekerjaan proyek yang tidak bermasalah tetap dilaksanakan," ujar Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Lamsel Fredy SM, Rabu (1/8/2018), ketika ditemui di ruang kerjanya.

Disinggung mengenai 4 proyek yang kini rekananya masih terperiksa karena OTT oleh KPK, Fredy SM, mengatakan belum tahu persis apakah akan dilaksanakan apa tidak.

"Untuk 4 proyek yang masih bermasalah lebih dahulu kita akan pelajari bagaimana aturan. Apakah bisa dilanjutkan pekerjaan atau dilakukan lelang kembali," katanya.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Lampung Selatan Syahlani, mengatakan sebagai pegawai tentunya merasa prihatin atas apa yang menimpa bupati Lamsel. Meskipun demikian, tugas dan fungsi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap menjalankan pekerjaan rutin seperti biasanya.

"Ya, kami sebagai pegawai atau ASN merasa prihatin dengan pak bupati atas musibah yang menimpanya. Tapi, kami juga tidak boleh kendor dalam menjalankan rutinitas sehari-hari sebagai ASN sesuai tupoksinya," kata dia.

Sementara itu, Wakil Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto juga terlihat menghadiri ngaben massal di Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Rabu (1/8/2018). Bahkan, sejak Selasa (31/7/2018), masuk kerja dan menghadiri kegiatan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas).

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR