KRUI (Lampost.co) -- Pasca-bencana longsor, aktivitas masyarakat di Pekon Tanjung sakti Kecamatan Lemong, kabupaten Pesisir Barat, kini mulai kembali normal. 

Pantauan Lampost.co dilokasi, nampak sejumlah rumah warga yang terkena dampak bencana longsor khususnya bagian dapur ada yang belum diperbaiki sama sekali, dan ditinggal mengungsi oleh pemiliknya ke sanak saudaranya. 



Demikian pula pada bagian lain yaitu longsor yang berbeda tempat, namun masih dalam wilayah pekon tanjung sakti. Yaitu longsor yang menimpa SDN Tanjung sakti dan mennyebabkan sebagian bangunan sekolah itu roboh,  dan material longsor juga menutup jalan raya utama penghubung antar pekon di wilayah itu. 

Seorang warga yang rumahnya ikut terkena longsor, Wirman (48) dan istrinya Ardawani, mengatakan saat ini kondisi sudah terbilang normal, material tanah pasir lumpur batu dan kayu telah dibersihkan.

"Ada enam rumah warga di pekon ini rusak total khususnya bagian dapur oleh longsor, termasuk rumah saya. Ada dua rumah yang juga rusak namun kerusakannya lebih ringan. Sudah ada bantuan dari pak bupati mendapat bantuan dana Rp10juta untuk masing masing rumah yang terkena bencana, kalau saya uang itu saya gunakan untuk membeli seng menambal dapur rumah saya," jelas Wirman, Jumat (10/5).

Peratin atau kepala desa Pekon Tanjung Sakti, Hasbul Hayat, mengatakan saat ini kondisi telah normal kembali. Sada beberapa bantuan yang masuk dari pemkab Pesisir Barat, BPBD dan para pihak terkait lainnya. Termasuk bantuan dana yang telah diberikan kepada masing masing rumah yang terkena bencana dari bupati pesisir barat yaitu RP10 juta per rumah untuk memperbaiki kerusakan. 

"Ya sudah ada bantuan material seng makanan siap saji, ada bantuan yang sudah masuk alhamdulillah. Ini kan Sifatnya bantuan,  meringankan yang terkena musibah, bukan mengembalikan rumahnya menjadi baru, bantuan dari berbagai pihak  dari pemkab,  BPBD, saya sudah mengingatkan agar dana bantuan itu digunakan untuk memperbaiki rumah mereka, tetapi malah ada yang sama sekali sampai sekarang belum dilakukan," kata Hasbul, saat ditemui dirumahnya Jumat (10/5-2019).

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR