LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 17 July
4669
Kategori Nasional
Penulis MTVN
Editor Winarko
LAMPUNG POST | Pasca-Kerusuhan, Puluhan Polisi Bersenjata Perketat Rutan Pekanbaru
Personel kepolisian dari Polresta Pekanbaru berjaga-jaga di pintu masuk Rutan Kelas II B Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Senin, 17 Juli 2017

Pasca-Kerusuhan, Puluhan Polisi Bersenjata Perketat Rutan Pekanbaru

Batam (Lampost.co) -- Puluhan personel kepolisian masih berjaga di kawasan Rutan Kelas II B Sialang Bungkuk, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Senin, 17 Juli 2017. Keamanan juga masih diperketat menyusul kericuhan yang terjadi, Minggu, 16 Juli 2017.

Pantauan MTVN, puluhan personel kepolisian tampak berjaga-jaga di kawasan sekitar rutan. Selain berjaga di pintu masuk rutan, puluhan polisi bersenjata juga tampak berjaga di depan komplek rutan.

Beberapa personel kepolisian juga terlihat mengawal puluhan tahanan yang akan menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Satu bus Mobil Tahanan Kejaksaan Negeri Pekanbaru disiagakan untuk mengangkut para tahanan tersebut ke PN Pekanbaru.

"Kami masih berjaga-jaga. Sebagian yang lain mengawal pengamanan tahanan yang akan sidang," kata anggota kepolisian yang mengawal tahanan menuju mobil. 

Kepala Rutan Kelas II B Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Azhar, mengatakan, situasi di dalam rutan berangsur kondusif. Para tahanan yang terlibat dalam kericuhan juga sudah kembali ke blok tahanan masing-masing.

"Situasi di rutan sudah mulai aman. Saat ini saya lagi fokus di dalam rutan untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan yang terjadi di rutan," kata Azhar kepada Metrotvnews.com, Senin, 17 Juli 2017.

Ia mengatakan, ada beberapa kerusakan yang terjadi di dalam rutan saat kericuhan terjadi. Namun pihaknya sudah mengupayakan memperbaiki kerusakan tersebut.

"Nanti kami akan sampaikan secara resmi perkembangan yang terjadi di rutan," pungkasnya. Diberitakan sebelumnya, kericuhan terjadi di Rutan Kelas II B Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Minggu, 16 Juli 2017.

Kericuhan pecah lantaran ada napi yang tidak mau dipindahkan. Bahkan sempat terjadi perlawanan.

Anggota Brimob sempat melempar gas air mata saat proses pemindahan. Hal itu dilakukan supaya tak terjadi perlawanan dari napi.

Sesuai jadwal, pukul 22.00 WIB, Sabtu 15 Juli 2017, sebanyak 21 napi akan dipindahkan ke sejumlah lapas yang berada di Riau. Namun, sebelum pemindahan, petugas Lapas melakukan razia narkoba dan senjata tajam.

Proses pemindahan napi dan razia dikawal oleh 600 personel Kepolisian. Sementara petugas lapas yang bertugas sebanyak 150 orang.

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv