BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kadis Ketahanan Pangan Lampung Kusnardi menjelaskan peninjauan keamanan pangan itu melihat fisik pasar dan produk pangan yang mengandung zat berbahaya. Pada kondisi pasar Pemerintah Kota Bandar Lampung patut memberikan perhatian pada pasar induk yang selalu menjadi pusat perbelanjaan pangan masyarakat.

"Kami cek fisik pasarnya, ini perlu tindakan dari pemkot untuk memperbaikinya, seperti sirkulasi udara, pengelompokkan komoditas yang tidak baik, dan pembuang limbah yang sembarangan," kata Kusnardi disela-sela sidak di Pasar Gintung, Kamis (7/6/2018).



Disamping itu, pada pengecekan tidak ditemukan komoditas yang mengandung zat-zat berbahaya. Hanya saja, terdapat beberapa pedagang yang tidak memperhatikan sisi kesehatan yang dapat membuat makanan terkontaminasi dengan bakteri.

"Ada bahan daging olahan, seperti nuget dan bakso yang tidak diletakkan dalam lemari pendingin. Kondisi itu sudah pasti akan mencemari makanan dengan bakteri atau bahkan menggunakan bahan pengawet. Itu juga yang kami dalami, apakah benar menggunakan bahan pengawet," ujarnya.

Padahal, komoditas daging dan produk olahannya seharusnya disimpan dalam suhu dibawah 18 derajat celsius. Dengan demikian, masyarakat perlu waspada dan teliti saat membeli termasuk izin dan tanggal kadaluwarsanya.

"Kami juga menemukan beras ditingkat pengecer yang melebihi harga eceran tertinggi, belum teregistrasi, dan tidak mencantumkan kelas mutunya. Pedagang-pedagang kecil ini akan kami bina," urainya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR