BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Memiliki keterbatasan fisik tidak membuat pasangan suami istri Sartini (37) dan Suyatno (43) menyurutkan semangat untuk mencari rezeki.

Ditengah keterbatasan fisik sekaligus masuk keluarga pra sejahtera, mereka sudah tidak lagi pusing memikirkan masalah kesehatan.



Sejak tahun 2014 ia bersama keluarga telah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Ia mengaku banyak manfaat yang diperoleh dari program yang dijalankan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ini. "Alhamdulillah pemerintah perhatian dengan kartu ini berobat ke puskesmas dan rumah sakit tidak keluar biaya apapun, " ujar warga Kelurahan Sumberejo, Kemiling, Bandar Lampung itu.

Terlebih, kata dia, sang suami yang sehari-hari berprofesi sebagai pengamen memiliki riwayat penyakit darah rendah yang sewaktu-waktu bisa kambuh. Berkat kartu JKN-KIS  mereka sudah tidak lagi kesulitan memikirkan beban biaya yang dikeluarkan untuk berobat. "Kalau penyakit aneh-aneh alhamdulillah bapak tidak ada. Paling sakit darah rendah yang sering kambuh," papar dia.

Suryati sendiri mengaku pernah mengalami cidera di kaki, yakni tertusuk paku cukup dalam, kemudian tanpa pikir panjang ia langsung datang ke Puskesmas Rawat Inap Kemiling. Saat itu dia langsung dilakukan operasi pengangkatan paku. Hasilnyapun cukup baik, tanpa proses yang rumit, ia langsung mendapat penanganan baik dari dokter, maupun tim medis.

Sebagai masyarakat awam, dia mengaku sangat berterima kasih dan mengapresiasi pemerintah, khususnya BPJS Kesehatan yang telah banyak membantu masyarakat dalam hal kesehatan. Dia juga mengakui bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat kecil cukup baik tanpa ada perbedaan. "Perasaannya ya seneng, sudah tida lagi risau memikirkan biaya ketika sakit," kata dia.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR