BULAN kesembilan dalam kalender Islam segera datang dan dirayakan umat muslim. Beruntunglah yang kembali dapat bertemu dengan bulan yang dinantikan tersebut: Ramadan.

Biasanya, apa yang kamu nantikan saat Ramadan? "Saya senangnya itu saat ngabuburit, buka, sahur, tarawih dan kalau sudah mau Lebaran," kata Mat Wenger menjawab pertanyaan ustaz di sebuah warung kopi, bukan warung rokok.



“Jawabanmu terlalu standar. Itu rutinitas orang ammah. Sebaiknya, kita lebih dari itu,” ucap Ustaz.

Bulan Ramadan memiliki kelebihan tersendiri dibanding bulan yang lain. Sebagai muslim yang kafah, tentu harus mempunyai target selama Ramadan. Paling tidak, target yang harus dicapai ada tujuh.

Pertama, berpuasa satu bulan penuh. “Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosanya yang telah lalu,” (HR Bukhari dan Muslim).

Kedua, melakukan salat malam. “Barang siapa yang mendirikan salat malam di bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala Allah semata, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari dan Muslim).

Ketiga, melaksanakan iktikaf. Itikaf adalah berdiam diri di dalam masjid dalam rangka mencari keridaan Allah swt dan bermuhasabah introspeksi) atas perbuatan-perbuatannya. “Bahwa Nabi saw melakukan iktikaf pada hari kesepuluh terakhir dari bulan Ramadhan, (beliau melakukannya) sejak datang di Madinah sampai beliau wafat, kemudian istri-istri beliau melakukan iktikaf setelah beliau wafat.” (HR Muslim).

Keempat, mencari lailatulkadar. Lailatulkadar atau malam kemuliaan lebih mulia dari 1.000 bulan atau setara dengan 83 tahun 4 bulan. “Sesungguhnya, Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam kemuliaan. Dan, tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS Al-Qadr: 1—5).

Kelima memperbanyak sedekah dan memberi makan orang yang berpuasa. “Rasulullah adalah orang yang paling dermawan dan lebih akan dermawan lagi di bulan Ramadan ketika Jibril menemuinya pada setiap malam, lalu saling membacakan Alquran dengannya.” (HR Bukhari).

“Barang siapa yang memberi makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, baginya pahala yang semisal orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikit pun.” (HR Tirmidzi).

Keenam, memperbanyak membaca Alquran dan mengkhatamkannya. Khususkan untuk membaca Alquran minimal satu juz setiap hari sehingga bisa mengkhatamkan Alquran minimal satu kali.

Ketujuh, membayar zakat. Zakat terbagi atas dua jenis yakni zakat fitrah dan zakat mal. Masing-masing jenis memiliki perhitungannya sendiri. Mengejar target bukan berarti meninggalkan ibadah yang lain.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR