BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Dugaan penganiayaan yang dilakukan Supriyadi (35), PNS Perlengkapan Pemerintahan Kota Bandar Lampung terhadap seorang mahasiswi bergulir di persidangan Pengadilan Negeri Kelas 1A, Tanjungkarang. 

Oknum PNS bagian perlengkapan Pemkot, didakwa dengan Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sayekti Candra dalam dakwaannya menjelaskan kejadian berawal pada Rabu (16/8) lalu, saat itu Supriyadi menyadari sepeda motornya berboncengan dengan istrinya Sri Haryani dan dua anaknya.



Korban penganiayaan oknum PNS Bandar Lampung. (Foto:Lampost/Febi Herumanika)

"Saat melintasi di jalan Pangeram Diponegoro, Telukbetung Utara, tepatnya di depan Bank BNI Syariah, tiba-tiba dari depan datang sepeda motor yang dikendarai oleh korban, Mutiara Safira Azizah yang saat itu juga berboncengan dengan ibunya menabrak sepeda motor dari arah berlawanan," ujar Jaksa Sayekti.
Akibat peristiwa itu, sepeda motor yang dikendarai keduanya terjatuh, Melihat anak terdakwa mengalami luka dibagian mata kanan dan kedua lututnya, kemudian terdakwa menghampiri dan memukul mata bagian kiri korban sebanyak tiga kali.
Selain itu, Supriyadi juga menendang bagian perut sehingga korban akhirnya jatuh terduduk di trotoar.
Dari hasil visum er repertum RS Bumi Wras Nomor 026/RSBW/IX/2017 tertanggal 6 September 2017, Mutiara mengalami luka akibat benda tumpul.
Kluarga korban ditemui di Pengadilan mengatakan, kecelakaan yang terjadi itu bukan atas rencana atau disengaja. Mereka juga membantah jika luka yang dialami korban akibat kecelakaan melainkin dipukul oleh terdakwa. "Dari mana ceritanya luka di mata keponakan saya itu akibat kecelakaan, dia (terdakwa) itu yang memukulnya. sampai 4 jam keponakan saya oprasi mata ko dibilang karena kecelakaan," katanya.

Secara logika, kata puluhan keluarga korban ini, tidak akan mungkin diproses oleh hukum dan didakwa melakukan penganiayaan jika hanya terjadi kecelakaan. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR