Jakarta (Lampost.co) -- Dewan Pimpinan Pusat Partai (DPP) Golkar menyatakan ketertarikan meminang Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah bergabung menjadi kader. Partai berlambang pohon beringin ini bakal terbuka untuk politikus yang sempat dipecat PKS itu.

"Kita senang sekali kalau Pak Fahri bisa bergabung di Partai Golkar ya. Itu juga kalau Pak Fahri mau pindah ke Partai Golkar," kata Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 5 Januari 2018.

Ace menuturkan Fahri hanya perlu mengikuti arah kebijakan Partai Golkar. Selain itu, sikap Partai Golkar yang saat ini mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo serta pencalonan kembali di Pemilu 2019 juga perlu menjadi fokus seluruh kader.

"Prinsipnya Partai Golkar sangat terbuka untuk siapa pun kader bangsa terbaik. Kalau memang Pak Fahri mau bergabung tentu Partai Golkar dengan senang hati menerima, cuma ya harus ikut prosedur," ungkap Ace.

Fahri dinilai potensial kembali mencalonkan diri sebagai anggota legislatif pada Pemilu 2019. Namun, Ace mengaku belum mengetahui kepastian Fahri akan mendaftarkan diri sebagai kader Partai Golkar.

"Karena itu beliau harus ikut dengan karakter Partai Golkar, sebagai partai kekaryaan nasionalis. Tidak keras-keras lagi dengan Pak Jokowi dan harus ikut mendukung pemerintahan ini sampai 2019," tegas dia.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menanggapi dingin tawaran tersebut. Fahri diperkirakan tak memiliki partai setelah berseteru dengan pengurus PKS.

"Surat lamaran terhadap saya ini sudah terlalu banyak," seloroh Fahri, Rabu, 24 Januari 2018.

Fahri coba mengutip pernyataan tokoh revolusi Vietnam, Ho Chi Minh. "Kalau kita dicintai banyak perempuan, jangan mencintai salah satunya, sebab nanti yang lainnya bunuh diri," ucap dia.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR