LIWA (Lampost.co)--Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) pengembangan vokasi SMK yang dipimpin Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Jumat (7/12/2018). Rakor itu berlangsung di ruang rapat Mahakam Lt III Jakarta Pusat. Dimana bupati Lambar merupakan satu-satunya bupati yang di undang untuk menyampaikan programnya.

Dalam rakor itu, Parosil menyampaikan bahwa Lampung Barat merupakan daerah penghasil kopi terbesar di Lampung. Untuk meningkatkan produktivitas dan turunan kopi yang  dihasilkan maka pada TA 2019 Lampung Barat akan mendirikan sekolah kopi.



Untuk tahap awal sekolah kopi itu sifatnya tidak formal. Jadi seluruh lapisan masyarakat bisa belajar di sekolah kopi yang akan dipusatkan di kebun percontohan milik Pemkab di Pekon Sukajaya Kecamatan Sumberjaya.

“Jadi ada beberapa disiplin ilmu yang bisa didapatkan bagi peserta pendidikan mulai dari pengolahan lahan, pembibitan, sistem stek, barista, pengelolaan pasar," jelas dia dalam rilinya kepada Lampost.co.

Ia memastikan bahwa seluruh warga Lambar bisa belajar disana dengan tanpa melihat latar belakang pendidikan formal serta usianya.
Menurutnya, program ini juga selaras dengan program presiden RI Joko Widodo.

Parosil mengaku, banyak program yang dilaksanakan pada kepemimpinananya bersama wabup Mad Hasnurin ini. Selain sekolah kopi juga program literasi, tangguh bencana dan kabupaten konservasi.

“Semua program yang kita jalankan tidak ada yang spektakuler, tetapi semua disesuaikan dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat Lampung Barat serta potensi yang kita miliki,” ujarnya.

Sementara itu, Menko Perekonomian Darmin Nasution, mengatakan selama ini, lulusan SMK merupakan penyumbang angka pengangguran terbesar yakni sebesar 8,92 persen berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Februari 2018. 

Hal ini dikarenakan masih lemahnya pemetaan potensi lokal sehingga pemerintah berencana untuk memetakan pendidikan vokasi di SMK agar sesuai dengan potensi lokalnya. Karenanya Pemerintah berencana akan mendirikan SMK Khusus Kopi.

Sebab itu pihaknya berharap untuk  bisa sharing untuk mensukseskan rencana ini apalagi total anggarannya cukup besar sehingga pihaknya juga turut menginisiasi.

Selain bupati Lambar, rakor itu juga dihadiri delapan gubernur masing-masing gubernur Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Jawa Timur, Kepulauan Riau, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat dan Bali. Kemudian wakil ketua Kadin Bidang Ketenagakerjan dan Hubungan Industrial dan Ketua Komite Tetap Pelatihan Tenaga Kerja Kadin Indonesia.

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR