LIWA (Lampost.co) -- Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengkritisi nama program pemberian makanan bagi keluarga pasien yang tidak mampu di rumah sakit.

Selain nama yang inovatif, kata dia, tujuanya adalah agar nama program itu mudah diingat serta masyarakat merasa terlayani dengan baik serta lebih diketahui masyarakat yang pada akhirnya terpublikasi dengan baik.



"Pemberian nama program juga harus ada inovasi yaitu harus kekinian," kata Parosil, Senin 16 September 2019.

Hal tersebut disampaikanya saat menyerahkan SK tujuh CPNS dan SK tenaga kontrak daerah bidang kesehatan di aula Dinas Kesehatan setempat.

Menurutnya, program pemberian makan bagi keluarga pasien yang menunggui keluarganya saat dirawat di rumah sakit itu, selama ini telah dilaksanakan. Program ini cukup baik untuk membantu keluarga pasien tidak mampu. Namun lanjut dia, sampai saat ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahuinya. 

Oleh sebab itu, Parosil meminta seluruh pegawai dituntut mampu berinovasi termasuk dalam pemberian nama program pemberian makan bagi keluarga pasien tersebut.

"Nama pemberian makan bagi keluarga pasien tidak mampu itu, maunya diganti dengan nama yang kata-katanya yang lebih inovasi agar mudah dipahami dan masyarakat merasa terlayani dengan baik," kata Parosil.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR