METRO (Lampost.co)--Warga Kota Metro mengeluhkan keberadaan parkir di berbagai tempat keramaian dan kampung yang diduga liar.

Hal tersebut dibuktikan dengan tidak adanya karcis parkir yang diberikan petugas parkir kepada pemilik kendaraan. Bahkan penarikan uang parkir sendiri disama ratakan antara kendaraan motor maupun mobil yakni Rp2 ribu. Parahnya lagi hampir semua tempat strategis ada petugas parkir dengan seragam rompi kuning menarik uang parkir tanpa dibarengi dengan karcis parkir. 
"Apakah ini bukan pungli dan kemana petugas yang berwajib baik itu dinas terkait ataupun polisi," kata Tono warga Metro Utara yang kebetulan mencari alat elektroni di salah satu toko di Kota Metro.
Beberapa hari lalu, ia mengakui untuk mencari alat elektronik dirinya harus membayar uang parkir hingga tiga kali. Sebab jika di toko yang satu tidak ada maka ia harus mencari ke toko lain yang jaraknya harus membawa serta motornya. Tentunya di tempat tersebut ia harus merogoh kocek untuk mambeyar pakir. "Bisa dibilang Kota parkirlah, sebab dimana-mana ada uang parkir," katanya.
Begitu juga di Hadimulyo Barat. Di Kelurahan tersebut ada dua tempat kuliner yaitu Rumah Makan Pindang Omega di Jalan Batam dan Mie 22 di Jalan Imam Bonjol. Dikedua tempat tersebut juga ada petugas parkir yang rutin narik uang parkir tanpa ada karcis parkir. Semua kendaraan main motor atau mobil tetap ditarik Rp2 ribu.



Salah seorang tokoh masyarakat Hadimulyo Barat, yang enggan namanya disebutkan mengatakan keberadaan perkir tanpa karcis parkit itu diduga ada kerja sama dengan oknum dinas instansi terkait. Atau bahkan aparat penegak hukum, sebab hal itu tidak ada penertiban atau minimal penyuluhan agar petugas parkir selalu memberikan karcis parkir. "Tolong pihak penegak hukum atau instasi terkait melakukan penertiban dong, atau malah ada didalamnya," kata tokoh tersebut.

Berdasarkan pemantauan Lampost.co, titik-titik parkir yang diduga liar tersebut berada di beberapa ruas jalan di antaranya Jalan Ade Irma Suryani Nasution, Jalan Imam Bonjol, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan ZA. Pagar Alam. Bahkan, petugas dari instansi terkaitpun baik Dinas Perhubungan (Dishub) ataupun Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Kota Metro tidak tampak melakukan penertiban terkait keberadaan parkir liar tersebut.
Terkait hal tersebut, Kapolres Metro AKBP Umi, tidak dapat dihubungi. Dua kali phonselnya dihubungi tetapi tidak ada jawaban.

 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR