SUKADANA (lampost.co) -- Para guru penerima dana tunjangan profesi guru (TPG) atau sertifikasi triwulan I 2018, pertanyakan alasan lambatnya pemerintah pusat mentransfer dana tersebut ke kas Pemkab Lampung Timur.

Salah seorang guru sekolah dasar negeri di Kecamatan Batanghari, Lampung Timur Nurmayati, kepada lampost.co, Jumat (4/5/2018) menjelaskan, dirinya merupakan guru penerima dana TPG atau sertifikasi sejak tahun 2012 lalu. Sejak 2012 itu dia selalu menerima dana TPG tersebut, dan pada 2018 ini kembali dia ditetapkan melalui SKTP Kemendikbud sebagai guru penerima dana dimaksud. Dana TPG atau sertifikasi itu sendiri dibayarkan oleh Pemkab Lampung Timur terbagi dalam empat triwulan setiap tahunnya. Triwulan I (Januari – Maret), Triwulan II (April-Juni), triwulan III (Juli-September) dan Triwulan IV (Oktober-Desember).



Karena realisasi pembayarannya terbagi dalam empat triwulan, maka setiap memasuki bulan baru setelah masing-masing triwulan dana TPG itu idealnya sudah direalisasikan pembayarannya. Namun faktanya tidak demikian, sebab pembayaran dana TPG itu untuk tiap triwulan biasanya selalu molor beberapa bulan setelahnya.

Molornya realisasi pembayaran dana TPG itu kata dia, kembali terulang lagi untuk Triwulan I 2018. Dimana untuk Triwulan I 2018 (Januari-Maret) idealnya dana TPG tersebut sudah dibayarkan pada April 2018, tetapi hingga pekan pertama Mei 2018 belum ada kejelasan kapan akan dibayarkan. Molornya realisasi pembayaran itu sendiri karena keterlambatan tranfer dana TPG oleh pemerintah pusat ke kas Pemkab Lampung Timur.

Karena itulah maka wajar dan tidak salah jika para guru penerima dana TPG 2018 di Lampung Timur, bahkan mungkin juga di daerah lainnya bertanya-tanya mengapa atau apa alasan pemerintah pusat sehingga terjadi keterlambatan dalam mentransfer dana tersebut," kata dia.

 

EDITOR

Ricky Marly

TAGS


KOMENTAR