PRINGSEWU (Lampost.co) -- Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Pringsewu menemukan banyak masalah setelah melakukan pencermatan terhadap data pemilih sementara (DPS) yang sudah ditetapkan oleh KPU setempat.

Kordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaskab Pringsewu Fajar Fakhlevi kepada Lampost.co menjelaskan dari hasil kajian ada beberapa masalah terkait dengan DPS: Pemilih pemula tidak masuk ke dalam DPS.



“Ada yang sudah meninggal dunia tetapi masih masuk ke dalam DPS, ada juga pemilih yang sudah pindah domisili, bahkan ada pemilih yang tidak dikenal masih ada di dalam DPS termasuk pemilih ganda,” ujarnya, Kamis (29/3/2018).

Paparnya, pemilih berstatus tidak memenuhi syarat (TMS) pada saat pencoklitan masuk DPS mencapai 234 orang, pemilih pemula yang tidak masuk DPS 251 orang, pemilih tidak dikenal 23 orang, pemilih diubah datanya saat pencoklitas dan belum masuk dalam DPS 9 orang.

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR