LIWA (Lampost.co) -- Pengawas pemilihan umum melakukan pengawasan melekat dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung 27 Juni 2018. Namun pengawasan memiliki peran untuk melakukan pencegahan dalam bentuk pengawasan partisipatif untuk mengantisipasi adanya pelanggaran kepemiluan.

Ketua Panwaslu Kabupaten Lampung Barat, M. Ishar mengatakan pihaknya terus melakukan trobosan-trobosan baru sebagai pengawas. Untuk pencegahan, pihaknya melaksanakan pengawasan partisipatif yakni mengajak setiap stakeholder berperan dalam melaksanakan pengawasan pemilu. 



"Hal ini dilaksanakan agar membuka pemikiran masyarakat untuk tidak apatis, juga menyadarkan masyarakat untuk bersama-sama mengawasi pemilu untuk kebaikan bersama," katanya kepada Lampost.co, Jumat (6/4/2018).

Kemudian ia mengatakan bahwa pihaknya juga menyentuh nilai-nilai budaya dalam melaksanakan pencegahan pelanggaran, missalnya menggunakan budaya nyambai sebagai bentuk sosialisasi, menggukan budaya sekura dan sebagainya.

"Menggunakan media yang kreatif dalam menyosialisasikan berbagai pelanggaran dalam pemilihan umum missalnya menggunakan film animasi, famplet yang unik, meme comic, dan social media," kata Komisioner Panwaslu dua Priode ini.

 

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR