KRUI (Lampost.co) -- Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Pesisir Barat melakukan pencegahan dan pengawasan terkait moment bulan ramadan dimanfaatkan untuk mengambil dukungan yang sebesar-besarnya dengan cara yang diduga melanggar aturan oleh pasangan calon (paslon) atau tim paslon dengan berbagai modus untuk mendapatkan suara rakyat pada Pilgub Lampung Juni 2018.

Kordinator Divisi Pengawasan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Kabupaten Pesisir Barat Heri Kiswanto, kepada Lampost.o, Rabu (16/5/2018) mengatakan bulan suci ramadan bersamaan dengan tahapan kampanye pemilihan gubernur dan wakil gubernur Provinsi Lampung.



Sebab itu, kata dia, Panwaslu Kabupaten Pesisir Barat akan melakukan pengawasan ekstra, yang berbeda dengan waktu sebelumnya terhadap apapun bentuk kampanye yang dilakukan masing-masing paslon.

"Pelanggaran dapat saja terjadi saat bulan suci ramadan dengan berbagai modus yang dilakukan oleh setiap paslon atau timnya," kata Heri.

Ia mengatakan, pihaknya menghimbau agar setiap paslon menghormati masyarakat yang menjalankan ibadah di bulan suci ramadan, dan jangan sampai melakukan kegiatan kampanye di tempat peribadatan atau di sela-sela ibadah berlangsung.

"Jadi kita akan awasi, nanti apabila ada paslon yang memberikan sesuatu seperti bingkisan ataupun THR, itu tidak boleh lebih dari 25 ribu dan hadiah tak boleh lebih dari Rp1 juta. Dan jika ada paslon yang membawa penceramah ke masjid saat tarawih, maka penceremah tidak boleh menyelipkan kata-kata ajakan atau kampanye. Jika ada, maka bukan penceramah yang kita panggil namun paslon yang bersangkutan," tegasnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR