BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Terkait beredarnya informasi dugaan adanya ulah pemaksaan oleh jasa porter pengangkut barang, dan keluhan lainnya, Kapolresta Bandar Lampung beser jajaran langsung melakukan pemantauan, pada Selasa (12/6/2018).
Kapolresta memberikan arahan kepada para porter, petugas pul bus, agar jangan sampai melakukan tindakan yang membuat para penumpang bus AKAP maupun AKDP resah, dan merasa terintimidasi.
"Ini sebenarnya salah persepsi saja, tujuannya (Porter barang), kan bantu penumpang ke bus berikutnya, tapi karena mungkin terburu-buru jadi ada salah paham," ujar Kapolresta Bandar Lampung Kombespol Murbani Budi Pitono, di Terminal Rajabasa, Selasa (12/6/2018).
Murbani menyatakan jajaran kepolisian siap siaga 24 jam melakukan penelusuran, dan pengamanan terminal Rajabasa setiap saat. Masyarakat juga terutama dari Pelabuhan Bakauheni, jangan ragu untuk segera jalan ke terminal Rajabasa, jangan menumpuk di Pelabuhan Bakauheni.
"Masalah itu (red rawan) kan cuma image saja, sudah lima tahun lalu aman, enggak ada kejadjan, kami minta pemudik di Bakauheni jangan ragu," kata Murbani.
Jika memang ditemukan adanya oknum yang melakukan tindak pidana, di terminal Tipe A tersebut pasti akan ditindak tegas.
"Kalau pemerasan, kita tindak, pemaksaan, pencurian, seusai tindakannya, tapi saat ini aman," jelas Kapolres.
Sementara, pimpinan loket Pul bus ALS yang juga koordinator Porter dan kenek, di Terminal Rajabasa memastikan smua yang melakukan aktivitas, baik mengajak penumpang naik, maupun melakukan pengangkutan barang merupakan orang yang terdata dan memiliki tanda pengenal.
"Kami TNI dan Polri, sudah tegaskan kenek Porter dan petugas pul tak boleh ada yang maju kelapangan dan hanya menunggu penumpang saja. Mereka menggunakan tanda pengenal, dan Seragam," katanya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR