KALIANDA (Lampost.co)--Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak gelombang III di Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, diduga melakukan pungutan kepada panitia Pilkades tingkat desa. Pungutan itu dilakukan saat verifikasi berkas calon kepala desa (Kades) sekitar satu bulan lalu. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, pihak panitia Pilkades tingkat Kecamatan Sragi itu melakukan pungutan sebesar Rp2 juta per desa. Di Kecamatan Sragi terdapat tiga desa yang ikut dalam pesta demokrasi tersebut. 
Ketua Panitia Pilkades Desa Kedaung, Ahmad Mustain, membenarkan adanya pungutan uang Rp2 juta dari panitia Pilkades tingkat Kecamatan. Dimana, uang itu untuk pembiayaan verifikasi berkas ditingkat kecamatan. 
"Tadinya kami saja enggak tau kalau akan diminta uang Rp2 juta setiap desa. Sebab, kami tidak menganggarkan untuk biaya verifikasi berkas calon. Ya, mau enggak mau setelah diminta kami anggarkan" katanya kepada Lampost.co melalui sambungan telepon, Rabu (12/6/2019).



Dia mengaku pungutan itu sudah diberikan saat verifikasi berkas calon kades tingkat kecamatan sekitar sebulan lalu. "Yang jelas sebelum SK penetepan calon Kades. Uang itu dikoordinir oleh orang kecamatan," ujarnya.
Sementara itu, Kasi Pemerintahan Kecamatan Sragi Jahri membantah adanya pungutan saat verifikasi berkas calon Kades. Pihaknya tidak pernah melakukan pungutan kepada panitia Pilkades tingkat desa.

"Enggak ada pungutan itu. Kata siapa ada pungutan saat verifikasi berkas calon di tingkat kecamatan. Kami tidak pernah meminta uang itu. Mohon kerja sama ya," kata dia.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR