KALIANDA (Lampost.co) -- Jelang ramadan harga beras di Lampung Selatan masih stabil berkisar Rp7.800-9.600 per kilo. Sementara persedian beras dibeberapa pengepul diperkirakan mencukupi untuk kebutuhan sampai hari raya Idul Fitri.

Rosi (42) salah satu pedagang beras di pasar tradisional Inpres Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, mengatakan sejak sebulan terakhir harga beras di wilayahnya sampai saat ini tidah ada perubahan harga.



"Harga beras memang turun mas tapi sudah lama. Untuk beras asalan sebelumnya Rp8.000-7.800 per kilo, kwalitas sedang Rp9.400-9.000 per kilo dan yang bagus Rp10.000-9.600 per kilo sampai sekarang saat menjelang ramadan harga masih bertahan," katanya, Senin (7/5/2018).

Hal yang sama di katakan Syahdan (50), pengusaha penggilingan padi di Desa Palembapang, kecamatan setempat juga mengatakan persediaan beras di gudangnya tidak sampai menyetok banyak namun cukup untuk persediaan.

"Saat ini memang tidak menyetok banyak. Saya hanya melakukan stok berjalan karena saat ini musim penghujan. Jika beras di simpan terlalu lama, maka beras akan jadi lembab. Saya hanya menyetabilkan kebutuhan para konsumen saja," katanya.

Berdasarkan pantauan Lampost.co saat menjelang bulan ramadan para petani di Lampung Selatan saat ini sedang musim panen padi, sehingga masyarakat Lamsel tidak mengkhawatirkan akan kekurangan beras.

Komar (45) salah satu petani yang sedang memanen padi di Desa Canggu, Kalianda, mengatakan persediaan padinya diperkirakan cukup untuk masuk ke panen yang akan datang, "Musim tahun ini lebih bagus mas di banding tahun lalu," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR