METRO (Lampost.co) -- Sebagian petani di Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat, memperkirakan hasil panen padi mereka nanti anjlok drastis mencapai 40 - 50%.

Sebagian petani memperkirakan hal itu karena kondisi tanaman padi mereka saat ini yang tidak dapat tumbuh subur dan maskimal akibat serangan hama.



Salah seorang petani di Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat, Teguh, kepada Lampost.co, Minggu (2/9/2018) menjelaskan pada musim tanaman sebelumnya pertumbuhan tanaman padi mereka normal. Dimana tanaman padi tumbuh dengan subur dan maksimal, kemudian serangan berbagai jenis hama juga minimal.

Karena tumbuh subur dan maksimal serta serangan hama yang minimal, kata Teguh, maka para petani juga dapat memperoleh hasil panen gabah dengan maksimal.

Dimana saat panen petani bisa memperoleh gabah rata-rata mencapai 6 ton/hektare. “Musim tanam sebelumnya tanaman padi kami normal dan tumbuh subur, terus hama yang menyerang juga minim, sehingga saat panen kami bisa mendapat hasil maksimal mencapai 5 hingga 6 ton/hektare,” kata Teguh.

Namun untuk musim tanam kali ini kata dia, petani sangat pesimis dan memperkirakan hasil panen akan anjlok drastis. Sehingga saat panen nanti diperkirakan per hektare para petani hanya bisa mendapatkan sekitar 3 ton gabah/hektare.

Perkiraan sebagian petani itu bukan tanpa alasan, karena perkiraan itu sendiri muncul berdasarkan kondisi tanaman padi mereka yang kini cukup memprihatinkan. Dimana tanaman padi mereka yang ada di lahan sawah tidak tumbuh subur dan maskimal. Tanaman padi tersebut nampak tidak subur kemudian cenderung kerdil. Bahkan sebagian lagi tanaman padi ada yang rumpunnya sudah berubah warna menjadi kecoklatan pertanda akan segera mati.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR