KALIANDA (Lampost.co)--Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) menggelar panen raya ikan kerapu hasil budi daya keramba jaring apung (KJA) di kabupaten Pesawaran dan Lampung Selatan selama dua pekan berturut-turut.  Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Bunga Keramba di Dusun Keramat, Desa Sumur,  Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan panen perdana ikan kerapu hasil budi daya KJA sebanyak 6 ton lebih,  Kamis (5/10/2017).

Panen perdana ikan kerapu yang dikelola kelompok pembudiday aikan Bunga Keramba tersebut disaksikan Mimid Abdul Hamid, Kepala Balai Besar Perikanan Budi daya Laut (BBPBL) Lampung, Qoirinilwan kepala Bapedda Lampung Selatan, Evalawati kepala bidang Uji Terap Teknik dan Kerjasama BBPBL Lampung, Entin Sumartini Kabid Budi daya Dinas Perikanan Lampung Selatan dan Ahui Direktur PT Kenka Ikana Sejahtera (eksportir ikan kerapu).



Ketua kelompok Bunga Keramba,  Ruslam, mengatakan tidak menyangka bantuan 10 ribu benih ikan kerapu cantang dari BBPBL Lampung yang ditebar pada bulan Februari lalu, menghasilkan sekitar 6,48 ton dengan berat rata-rata 600-1.000 gram per ekor. “Panen perdana ini sangat memuaskan. Sehingga memotivasi kami untuk unuk mengaktifkan lagi keramba jaring apung,“ kata Ruslam di sela sela kegiatan panen perdana.

Setelah melihat hasil panen yang gemilang, Ruslan mengaku akan konsisten bersama anggota pokdakan Bunga Keramba untuk mengembangkan budi daya KJA ikan kerapu. Namun ia tetap meminta BBPBL melakukan pendampingan dan penyuluhan agar hasil panen bisa memuaskan seperti saat ini.

“Dengan harga jual kisaran Rp 95 ribu- Rp 100ribu/kg akan membuat pembudi daya ikan kerapu hasil KJA sejahtera.  Untuk itu kami komitmen untuk meningkatkan KJA secara mandiri, asalkan BBPBL dan Dinas terkait lainnya tidak bosan bosan membimbing dan membina kami disektor budidaya KJA,” harap Ruslan.

Sementara Kepala BBPBL Lampung Mimid Abdul Hamid mengatakan panen tersebut menunjukkan keberhasilan program revitalisasi KJA yang merupakan bantuan sarana budi daya laut yang dilaksanakan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP.

“Tujuan revitalisasi adalah untuk mengaktifkan dan mengoperasionalkan kembali kegiatan budu daya laut keramba jaring apung,” kata Mimid.

BBPBL Lampung tahun ini menargetkan revitalisasi 1.000 petak KJA atau 250 paket di Indonesia.  Untuk itu,  pihaknya telah menyalurkan bantuan sarana budidaya laut berupa bantuan benih,  pakan,  jaring, bagan penangkap ikan rucah, vitamin dan obat-obatan.

“Dari 1.000 petak KJA twraebut,  sebanyak 340 petak disalurkan di dua kabuoaten di Lampung yakni kabupaten Pesawaran (272 petak)  dan kabupaten Lamsel (68 petak),” jelas dia.

Menurut dia,  pihaknya telah menyekesaikan distribusi paket revitakisasi KJA sebanyak 170 ribu benih ikan, 130 ton pakan ikan,  19 unit bagan, jaring, vitamin dan obat obatan kepada 19 pokdakan atau sekitar 190 pembudidaya se Lampung.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR