KALIANDA (Lampost.co)--Sebagian petani jagung di sejumlah kecamatan kabupaten Lampung Selatan mengeluh turunnya harga jagung saat ini dari Rp4.000 menjadi Rp3.700/kilogram. Pagahal, mereka kesulitan memperoleh benih jagung.
Seperti yang dialami petani yang sedang panen jagung di kecamatan Ketapang dan Sragi, kabupate Lampung Selatan.
Menurut Saiman, petani jagung di Dusun Bangundana, Desa Bangunrejo, Ketapang, memasuki masa panen di dusunnya harga jagung turun Rp300/kg jadi Rp3.700/kg.
“Di sela-sela kelangkaan dan harga bibit tinggi, harga jagung saat panen justru turun,” kata Saiman kepada Lampost.co, Kamis (9/11/2017).

Menurut penuturan pengepul, ujar Saiman, harga jagung turun lantaran kualitas hasil panen petani di dusun Bangundana rendah. "Hasil panen kami kualitasnya rendah maka harganya juga turun,” katanya.
Hal senada diungkapan Damsuki, petani di Desa Sumbersari, Sragi. Berdalih kualitas jagung rendah ujar Damsuki, harga jagung di desanya turun Rp 300/kg. Padahal baru sebagian petani yang panen jagung.



“Sebelum dipanen harga jagung kering asalan ditingkat petani Rp 4ribu/kg. Namun setelah di panen menjadi Rp 3.700/kg,” ujarnya.

Sementara itu Dalijan agen jagung di kecamatan Sragi dan Ketapang mengatakan kadar air tinggi memengaruhi kualitas jagung.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR