KALIANDA (Lampost.co) -- Panen raya cengkeh di beberapa desa di Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, membangkitkan perekonomian masyarakat setempat. Di era tahun 1980, merupakan puncak kemakmuran masyarakat pesisir Kecamatan Rajabasa dan Kalianda, karena hasil perkebunan cengkeh berlimpah dengan harga yang sangat fantastis.

Kejayaan petani cengkeh yang berkebun di lereng gunung Rajabasa berangsur memudar seiring dengan rendahnya harga bahan baku rokok dan minyak gosok tersebut. Di awal tahun 1990 tanaman cengkeh bukan primadona masyarakat setempat, mereka sudah mulai beralih ketanaman cokelat.



Tahun ini, hasil cengkeh yang berlimpah serta harga yang tinggi membangkitkan perekonomian masyarakat setempat. Harga pasaran cengkeh sempat mencapai tertinggi Rp100 ribu/kg beberapa bulan lalu, meskipun kini berangsur turun menjadi Rp80 ribu/kg.

"Harga tertinggi mencapai seratus ribu rupiah per kilo," kata Husein salah seorang petani di Desa Jondong, Selasa (31/7/2018).

Dijelaskannya, tanaman pada era kejayaan cengkeh sudah banyak di tebang, masyakat beralih ke tanaman cokelat. Namun tidak sedikit yang masih tetap menanam cengkeh kembali. "Umumnya tanaman di kebun cokelat campur cengkeh," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR