JAKARTA (Lampost.co)-- Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar focus group discussion (FGD) bersama sembilan panelis debat ketiga pilpres 2019. Tim panelis akan mulai menyusun pertanyaan.
 
"Kami adakan kegiatan FGD yang dihadiri oleh beberapa narsum. Dan juga sembilan orang panelis," kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan usai FGD di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (12/3/2019). 
   
FGD turut menghadirkan sejumlah pihak, seperti kalangan akademisi, lembaga swadaya masyarakat, dan praktisi yang berkaitan dengan tema debat. FGD diharapkan dapat memperkaya informasi panelis dalam menyusun pertanyaan. 
 
Setelah FGD selesai, KPU bersama para penelis akan melakukan rapat terbatas untuk membahas teknis penyusunan daftar pertanyaan, termasuk berapa jumlah soal yang akan disusun panelis. "Selama tiga hari panelis berkumpul untuk menyusun soal debat," ujar Wahyu. 
  
Wahyu juga menegaskan debat ketiga ini kandidat tak akan diberikan kisi-kisi pertanyaan debat seperti debat pertama. Nantinya panelis bersama moderator akan kembali menandatangani pakta integritas untuk menjamin kerahasiaan soal debat.
 
"Soal ini bersifat rahasia. Akan disampaikan kepada KPU pada H-1. Yang oleh KPU akan dilanjutkan kepada moderator," imbuh Wahyu.
 
KPU hari ini telah menunjuk sembilan panelis. Mereka berasal dari kalangan akademisi, LSM, budayawan, dan praktisi.
  
Sembilan panelis yang ditunjuk KPU adalah Profesor Dwia Aries Tina Pulubuhu. Dia merupakan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar periode 2018-2022 dan Guru Besar Ilmu Sosiologi Unhas. 
   
Setelah itu ada nama Profesor Chairil Effendy MS, yang merupakan Rektor Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak Periode 2007-2011. Dia juga merupakan Guru Besar Sastra Nusantara Untan dan seorang pegiat budaya. 
 
Selanjutnya Profesor Samsul Rizal Rektor Unsyiah Periode 2018-2022 dan Rektor UIN Sunan Kalijaga Profesor Yudian Wahyudi. Selain itu, Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara Profesor Subhilhar dan Sastrawan serta budayawan Radhar Panca Dahana. 
  
Kemudian ada juga nama Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah; Ketua Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia (MKKI periode 2018-2021) yang juga dosen Universitas Airlangga, Profesor David S Perdanakusuma, serta Rektor Universitas Diponegoro periode 2019-2024, Profesor Yos Johan Utama. 
 
Tim panelis diketuai oleh Rektor Universitas Diponegoro, Yos Johan Utama. Sementara Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah didapuk menjadi sekretaris tim panelis debat ketiga. 
 
Debat ketiga Pilpres 2019 akan digelar pada Minggu, 17 Maret 2019 mendatang. Debat hanya akan menyertakan calon wakil presiden. Debat akan dimoderatori oleh jurnalis Alfitto Deannova dan Putri Ayuningtyas. 
  
Calon wakil presiden 01 Ma'ruf Amin dan cawapres 02 Sandiaga Uno akan beradu gagasan, visi, misi, program di bidang pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, sosial dan budaya.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR