BANDAR LAMPUNG (Lampodt.co)--Di penghujung tahun 2017, Dewan Pimpinan Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (Patelki) Wilayah Lampung menggelar seminar Ilmiah  di Hotel Nusantara Bandar Lampung, Minggu,  24 Desember.

Acara diikuti sekitar 350 peserta yang terdiri atas Ahli Teknologi Laboratorium Medik, Pemilik Sarana Laboratorium Kesehatan dan mahasiswa Analis Kesehatan. Peserta berasal dari Lampung dan luar Lampung seperti dari Muara Enim Sumatera Selatan,  Jakarta, Tangerang dan Serang Banten.



Seminar menghadirkan empat pembicara yaitu Yanuar Amin (Sekjen DPP Patelki) yang membawakan materi soal "Perlindungan Hukum bagi ATLM dalam Layanan Laboratorium; Dina Khatrinaini (Customer Service Manajer Regional III Prodia Laboratory) soal "Implementasi Service Excellence dalam Pelayanan Laboratorium"; Muhammad Aditya (Kepala UTD Pembina PMI Provinsi Lampung) tentang "Pemeriksaan Serologi Golongan Daerah pada Penatalaksanaan Transfusi"; dan Sigit Mariyanto (ketua DPW Patelki Lampung) tentang "Peran dan Tanggungjawab ATLM di bidang Pelayanan Darah".

Ketua DPW Patelki Lampung, Sigit Mariyanto, berharap seminar ini tidak hanya dijadikan ajang mendapatkan sertifkat sebagai salah satu syarat untuk pembuatan atau perpanjangan STR (surat tanda registrasi) profesi ATLM. Namun, harus menjadi sarana pembelajaran untuk meningkatkan profesionalisme dalam pelayanan laboratorium yang terstandar.

Sementara itu, ketua penyelenggara kegiatan Wiria Saputri,  menjelaskan kegiatan itu juga merupakan kontribusi positif bagi pemerintah dan masyarakat melalui peningkatan kompetensi profesi, sekaligus merupakan ajang untuk membina silaturahmi antara Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM).

Peningkatan kompetensi anggota profesi, lanjut dia, sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sudah semestinya dilakukan secara berkesinambungan, dengan melakukan perbaikan dan upgrade keilmuan yang terus menerus.

"Proses tersebut dapat dilakukan melalui suatu pembelajaran dengan Patelki sebagai penggeraknya, seperti saat ini seminar ilmiah berkesinambungan adalah proses pembelajaran bagi Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Medik," katanya.

Wiria menambahkan saat ini Patelki memasuki era baru dengan ditetapkannya UU No. 36 Tahun 2014. Profesi dengan nama baru yakni Ahli Teknologi Laboratorium Medik, dengan harapan membawa semangat baru dengan kiprah dan karya nyata profesi bagi masyarakat Indonesia.

Di sela-sela acara, panitia juga melakukan penggalangan dana peduli Palestina dari peserta. Dana yang terkumpul lebih dari Rp4 juta itu nantinya akan diserahkan ke lembaga kemanusiaan ACT (Aksi Cepat Tanggap) sebagai pihak yang akan menyalurkan untuk membantu perjuangan rakyat Palestina.  

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR