PESISIR BARAT (Lampost.co)--Deburan ombak bagi sebagian orang sesuatu yang menyenangkan. Namun, bagi warga Pekon Kerbang, Kecamatan Pesisir Utara, deburan ombak membuat mereka khawatir. Abrasi terus mengancam dalam cuaca ekstrem akhir-akhir ini.

Mat Tambat (40), warga pekon tersebut, duduk tertegun menghadap laut Samudra Ondonesia bersama beberapa anggota keluarganya, wajah galau dan pasrah terlihat dari raut mereka. Memandang ganasnya ombak laut setempat yang dengan perkasa tanpa peduli terus menggerus pemukiman warga di tempat itu.  



Gelombang pasang yang hampir setiap hari terjadi di lautan setempat demikian cepat menggerus tanah dan bangunan yang ada di pinggirnya termasuk rumah tambat.  Bagian belakang rumahnya bersama puluhan rumah warga lainnya mengalami kerusakan tergerus gelombang pasang.  Ia dan tiga kepala keluarga lain di pekon itu merupakan korban utama, mengalami kerusakan rumah terparah. 
"Mau pindah kemana lagi gak ada tempat tinggal lain, terpaksa kami sekeluarga bertahan di rumah ini,  meski setiap waktu saat kami khawatir dan was-was, gelombang pasang akan menghabiskan seluruh rumah kami, bahkan nyawa kami pun dapat melayang, apalagi kalau terjadi malam hari saat kami tidur," kata dia,  kepada Lampost.co.

Selama puluhan tahun tinggal di tempat itu belum pernah terjadi bencana seperti ini,  namun sampai saat ini sejak cuaca ekstrim gelombang tinggi, menerpa pantai barat Sumatera dan selatan laut Jawa, setiap hari setidaknya gelombang laut setempat mengikis sekitar satu meter daratan pemukiman warga di tempat itu. 
Dalam waktu 16 hari, sampai saat ini ada sekitar 40 meter daratan pohon kelapa dan halaman belakang serta dapur rumah warga telah digerus gelombang pasang laut setempat.
 
Senada dikatakan warga lain yang rumahnya juga mengalami kerusakan parah, Komarudin, mengatakan pemerintah diharapkan bergerak cepat menanggulangi bencana itu, sebab kalau dibiarkan pemukiman warga di tempat itu terancam musnah, hilang oleh ganasnya gelombang laut pasang.  
"Kalau malam hari, khusunya saat dini hari, kami sekeluarga bergantian tidur, berjaga gak bisa lelap, takutnya gelombang besar datang menyeret rumah dan isinya, sebagian rumah di bagian belakang sudah roboh dan tidak dapat digunakan," kata dia.
 
Warga berharap pemerintah pusat segera membangun benteng batu (revetmen)  atau buis beton sepanjang pantai pekon itu.  Karena terbukti di pekon Balam kecamatan Pesisir Utara dan pekon Penengahan kecamatan Lemong yang telah membangun revetmen yang dananya bersumber dari APBN pusat, mampu menahan empasan gelombang tinggi sehingga tanah yang berada di sepanjang pantai aman dari abrasi.

Kondisi pantai dan pemukiman warga di pekon kerbang Pesisir Barat rusak  tergerus oleh grlombang pasang laut, Kamis (9/8/2018). (Foto:Lampost/Yon fisoma)


 
Masyarakat di tempat itu telah mengetahui bahwa Bupati Pesisir Barat, Agus Istiqlal sendiri telah datang mengunjungi menyampaikan hal itu kepada pemerintah pusat , agar segera di bangun benteng penahan abrasi di pemukiman warga pekon tersebut. 
"Pak presiden Jokowi tolong kami, kalau tidak segera dibangun benteng batu, kami khawatir perkampungan ini bisa hilang, keselamatan dan jiwa kami juga terancam, " kata para warga tersebut.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR