“MAMA, pahlawan itu apa, sih?”

Duh, pertanyaan dari putri sulungku sore itu kembali harus kujawab dengan cepat dan benar.



Khayla, anak pertamaku yang berusia 4 tahun, sedang senang bertanya tentang apa pun dan di mana pun, baik saat dia sedang bermain, makan, ataupun menonton televisi. Termasuk saat kami sedang berada di Pasar Gudang Lelang, Telukbetung, akhir pekan lalu.

Mungkin sedikit melenceng dari suasana dan lokasi, Ses—panggilan sehari-hari Khayla—justru bertanya soal pahlawan. Meski saya paham apa itu pahlawan, tetapi untuk menjelaskan dengan cepat, benar, dan dapat dimengerti Ses, itu sedikit sulit.

Selain tentunya, tidak mungkin menjelaskan arti pahlawan berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia yakni orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran.

Satu arti yang sepertinya dimengerti Ses yakni pahlawan merupakan pejuang yang gagah berani. Selain itu, aku juga memberi tahu Ses bahwa pahlawan adalah orang-orang yang sangat berjasa dan berani berkorban.

Ses kembali bertanya sambil menunjuk seorang nelayan yang sedang membersihkan kapalnya. “Jadi, bapak nelayan itu pahlawan juga ya, Ma?” Kali ini dengan mantap saya menjawab, “Ya.”

Bukan Khayla namanya kalau tidak ada pertanyaan susulan. Dia bertanya kenapa nelayan juga disebut pahlawan. Tentu saja nelayan juga disebut pahlawan, kataku, minimal dia adalah pahlawan bagi anak dan istrinya.

Nelayan banting tulang untuk memenuhi kebutuhan pangan. Bahkan, tidak hanya untuk keluarga, tetapi juga untuk masyarakat. Tanpa nelayan, seluruh warga dipastikan tidak akan pernah menikmati kelezatan sajian lauk seperti ikan, udang, cumi, dan aneka ragam potensi laut lainnya. Jadi, kataku, tanpa nelayan, sajian itu tidak akan pernah terhidang dan dinikmati oleh Ses.

Menurutku, bukan hanya nelayan, masih banyak pahlawan tanpa seragam saat ini, seperti pelukis yang konsisten menelurkan karya terbaik, asisten rumah tangga yang segenap jiwa membantu menyelesaikan pekerjaan rumah, ataupun abang ojek online yang bersedia mengantar ke mana pun.

Tidak hanya demi mendapatkan nafkah, mereka juga pahlawan masa kini yang mengisi kemerdekaan dengan karya positif dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Karya anak bangsa itu wajib diapresiasi karena mereka telah berhasil menunjukkan identitas bangsa, sekaligus mengatasi musuh utama bangsa yakni kemiskinan dan narkotika.

Intinya, pahlawan adalah mereka yang telah melakukan kebaikan dan menjadi inspirasi bagi semua.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR