LIWA (lampost.co) -- Budaya memang harus dipahami dengan sebenarnya. Sebab, kesalahan sedikit akan mengubah arti dari makna peradaban sebuah kelompok masyarakat. Hal itu yang membuat Bupati Lampung Barat Mukhlis Basri langsung protes atas penampakan Tugu Sekura di Taman Ham Tebiu, Liwa.
Dia pun meminta konsultan proyek mengubah wajah patung sekura itu karena tidak sesuai dengan kaidah yang dimaksud. "Saya minta tolong wajah sekura-nya diubah. Ini tidak sesuai kaidah sekura betik," kata Bupati yang juga wakil ketua DPD PDIP Lampung tersebut, saat berkunjung ke monumen itu, Senin (6/11/2017).
Menurut Mukhlis, dalam kaidah muka sekura betik bukan pakai topeng, tetapi pakai kacamata ditutup kain. Berbeda dengan sekura kamak yang pakaiannya memang dengan rupa yang berbeda. "Sekura sebagai salah satu budaya warisan. Tentu harus memperhatikan kaidah dan maknanya," ujarnya. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR