PRINGSEWU (Lampost.co) -- Paguyuban Warga Pringsewu Raya bersama masyarakat lintas agama, ras, suku dan golongan menggelar silaturahmi akbar dan halal bil halal tahun 1439 H/2018, di ballroom Hotel Balong Kuring, Pringsewu, Senin (18/6/2018).

Silaturahmi dan halal bil halal itu mengambil tema Merawat dan Mengamalkan Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI sebagai Pilar Pembangunan Bangsa dan Negara.



Kegiatan tersebut di hadiri oleh sejumlah tokoh/pejabat, Ketua DPRD Pringsewu Ilyasa. Kemudian anggota DPRD Pringsewu seperti Sagang Nainggolan Setyono, Sahidin dan Asita Nurgaya. Turut hadir dalam acara tersebut mantan direktur RS Angkatan Darat yang juga asal Pringsewu Brigjend. Pur. Supriyantoro, kalangan nasrani, persatuan masyarakat Tionghoa Pringsewu, dan berbagai golongan, ras dan agama.

Dalam sambutannya Ketua Pelaksana Silaturrahmi Akbar Paguyuban Masyarakat Pringsewu Raya Kristianingsih menjelaskan ide dilaksanakannya kegiatan tersebut sebenarnya adanya kebersamaan keinginan. Menurutnya ide ini dari kebersamaan dan kebetulan ada kepentingan bersama. Kemudian kegiatan ini juga bisa menyambung dari satu orang ke orang lain, sehingga kepanitiaan bisa terbentuk.

Silaturahmi akbar juga untuk membangun jaringan sekaligus untuk membangun teman-teman baik yang tinggal di Pringsewu maupun yang tinggal di luar kota saat pulang mudik. "Yang jelas ide ini terbentuk sangat spontan. Kegiatan silaturahmi ini tidak ada pesanan politik atau golongan tertentu, yang jelas ini sangat netral. Silaturahmi tujuan akhirnya adalah untuk kepentingan masyarakat Pringsewu," kata dia.

Wanawir Penasehat Paguyuban Pringsewu Raya, menjelaskan acara di buat untuk orang Pringsewu dari warga Pringsewu. Kegiatan ini terlaksana karena keinginan warga Pringsewu yang ada di perantauan dan tinggal di Pringsewu baik orang muslin dan non muslim, untuk menjaga persatuan dan persatuan bangsa. "Acara ini juga untuk menjaga agar tidak terjadi perpecahan, kegiatan halal bil halal juga karena keterpanggilan melihat perkembangan situasi yang akhir-akhir ini terjadi gesekan karena kepentingan politik," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR