LIWA (Lampost.co) -- REALISASI PAD Kabupaten Lampung Barat TA 2018 dari Agustus lalu baru mencapai 68,60% atau Rp30,97 miliar dari target Rp45,153 miliar.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Lampung Barat Sudarto, Minggu (9/9/2018), mengatakan sumber PAD Lambar umumnya berasal dari pajak dan retribusi daerah.



Sudarto menambahkan, jumlah pencapaian tersebut apabila dilihat dari hasil rekapitulasi perolehan PAD maka realisasi secara keseluruhan telah melebihi angka ideal. 

Namun apabila dilihat dari per sektor perolehan PAD maka masih terdapat beberapa OPD pengelola yang belum memenuhi target PAD sesuai standar minimal. 

Berdasarkan data capaian PAD, beberapa dinas yang realisasi target PAD-nya masih rendah antara lain Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan. Dimana dari target Rp587,9 juta hingga saat ini baru terealisasi Rp124,7 juta (21,21%). 

Adapun sumber PAD yang dikelola oleh Dinas Koperasi UKM Lambar ini antara lain retribusi pasar grosir yang ditargetkan Rp241 juta realisasinya masih kosong. Kemudian target penyewaaan tanah dan bangunan sebesar Rp300 ribu juga belum terealisasi.

Lalu Dinas Perikanan dari target PAD Rp70,2 juta hingga kini baru terealisasi Rp15,3 juta (21,92%).

Kemudian Dinas Perhubungan dari target Rp366,6 juta hingga akhir Agustus lalu baru terealisasi Rp79,2 130,9 juta (35,71%). Dari beberapa sumber yang menjadi target, satu diantaranya belum ada realisasi yaitu target retribusi terminal tempat kegiatan usaha dengan target Rp6,3 juta. Kemudian retribusi pengujuan kendaraan bermotor juga baru terealisasi 19,49% dari target Rp34,4 juta.
Kemudian target retribusi parkir di tepi jalan umum juga baru terealisasi 29,67%.

Kemudian Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata dari target Rp160,6 juta hingga saat ini baru tercapai Rp56,6 juta (36,51%).
Terdapat beberapa aitem target PAD yang belum terealisasi di Dinas Pariwisata ini yaitu target PAD yang bersumber dari sewa lapangan Pemda dan sewa lapangan tenis masing-masing dengan target sebesar Rp2,5 juta.

Kemudian usaha jasa wisata dari perahu karet di kawasan wisata Lumbok Seminung dengan target Rp940 ribu juga masih nol dan target kendaraan masuk kawasan dengan target Rp400 ribu juga tidak terealisasi.


Disisi lain, kata dia, persentase perolehan realisasi PAD yang tertinggi sampai Agustus adalah diperoleh dari Dinas Penanaman Modal, PTSP dan Tenaga Kerja. Dari target Rp76,2 juta telah tercapai 134,45% atau Rp102,4 juta. Realisasi pendapatan itu  bersumber dari sewa tanah dan bangunan serta retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). 

Kemudian target PAD yang dikelola oleh Dinas Komunikasi dan Informatika dari target Rp227,2 juta telah terealisasi sebesar Rp224,9 juta (98,99%). Realisasi itu bersumber dari sewa rumah dinas/tanah dan bangunan serta retribusi pengendalian menara telekomunikasi.

Pihaknya optimis dan berharap agartarget yang belum mencapai angka ideal tersebut dapat segera terealisasi.

EDITOR

Firman Luqmanulhakim

TAGS


KOMENTAR