JAKARTA (Lampost.co) – Gempa berkekuatan 76,9 Skala Richter mengguncang Banten, Jumat malam, (2/8/2019). Terkait hal ini, Presiden Joko Widodo menginstruksikan lembaga terkait untuk bertindak cepat menangani kondisi pascagempa.

"Saya sudah perintahkan juga kepada BNPB, TNI, Polri, dan Menteri Sosial untuk bertindak cepat apabila ada yang memang harus kita bergerak," kata Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, (2/8/2019).



Kepala Negara mengatakan, dia terus memantau perkembangan di Banten pascagempa tersebut. Apalagi, sempat ada peringatan dini yang dikeluarkan BMKG menyusul gempa tersebut.

Di sisi lain, mantan Gubernur DKI Jakarta itu meminta warga untuk tetap tenang menghadapi kondisi tersebut. Masyarakat diminta mematuhi perintah evakuasi dari aparat setempat.

"Saya kira dari aparat di bawah sudah memerintahkan karena ada potensi tsunami, sudah ada evakuasi. Yang paling penting seluruh masyarakat tenang, hati-hati dan terus terap waspada," ucapnya.

Sampai saat ini, Jokowi menyebut belum menerima laporan adanya korban jiwa dalam gempa tersebut. Ia berharap tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

"Tadi kita monitor, cek di lapangan sampai saat ini belum ada (korban jiwa). Jadi laporan terakhir kerusakan kerusakan kecil, tapi sekarang ini Karena kondisi masih malam hari, semoga enggak ada (korban jiwa)," ujar Jokowi.

Gempa berkekuatan 6,9 skala richter mengguncang wilayah 147 kilometer barat daya Sumur-Banten. Sejumlah wilayah pesisir dari Banten, Lampung hingga Bengkulu berpotensi tsunami.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa terjadi pukul 19.03 WIB, Jumat, 2 Agustus 2019. Titik gempa berada di 7,54 LS dan 104,58 BT atau 147 km barat daya Banten di kedalaman 10 km.

Belum diketahui apakah ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, getaran terasa keras di DKI Jakarta.

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR