BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pusat Pelayananan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan tindak kekerasan terhadap anak, di SDN 4 Kaliawi, Kamis 10 Oktober 2019.

Fasilitator KLA P2TP2A Kota Bandar Lampung Toni Fisher mengungkapkan, pihaknya bertujuan untuk mencegah kekerasan pada anak. Hal itu dilakukan dengan memperkenalkan hak perlindungan kepada anak. 



"Kita beri tahu bahwa mereka juga mempunyai hak untuk dilindungi termasuk untuk bertanya, berpendapat dan berpartisipasi," kata Toni.

Ia juga memberi arahan agar siswa tak menjadi korban kekerasan seksual. Hal itu dilakukan dengan mengarahkan siswa untuk melindungi empat bagian tubuh. Antara lain mulut, dada, kemaluan, dan bokong.

"Pravelensi kekerasan seksual lebih sering dialami anak laki, jadi kita beri tahu juga agar tidak percaya dengan orang yang tidak dikenal," tuturnya.

Selain pedofil, modus orang tidak dikenal juga biasanya pengedar narkoba. Pengedar narkoba kerap memperalat anak untuk mengantar narkoba.

"Kita sedih jika ada anak yang diperalat oleh pengedar utk mengantar narkoba," kata dia.

Ia harap sekolah di Bandar Lampung bisa menjadi lingkungan layak anak. Sehingga tak ada lagi anak yang menjadi korban kekerasan.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR