BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sejumlah orang tua calon siswa jalur ujian mandiri (UM) di SMAN 2 Bandar Lampung, menyayangkan kebijakan penentuan sumbangan pengembangan institusi (SPI) terlalu mahal. 

Seperti dikatakan salah satu orang tua pendaftar UM, enggan disebutkan namanya kepada lampost.co, Jumat (8/6/2018) mengatakan bahwa biaya yang ditetapkan komite SMAN 2 melalui jalur UM senilai Rp22,8 juta, terlampau mahal. Menurutnya, pendidikan sebaiknya tidak diperjual belikan. 



"Kalau biaya pendidikan setinggi ini, anak-anak kami tidak bisa sekolah. Kebijakan ini tidak benar dan perlu dievaluasi, agar tidak merugikan masyarakat," kata dia.

Senada dikatakan orang tua calon siswa lainnya, Haryati bahwa biaya pendidikan yang ditetapkan seperti di SMAN 2 Bandar Lampung, itu terlalu tinggi dan tidak memenuhi rasa keadilan. 

Ia mengatakan, biaya pendidikan semestinya disesuaikan sesuai kesanggupan orang tua berdasarkan penghasilan bukan ditetapkan institusi. Bila biaya pendidikan sekolah negeri dibandrol menurutnya mengekang hak memperoleh pendidikan. 

"Kalau sekolah swasta terserah mau mahal sekalipun biayanya. Tetapi sekolah negeri tidak sepatutnya, karena sekolah negeri milik pemerintah yang sebagain pembiayaannya dari negara," kata dia.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR