BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Orang tua Bintang Andromeda(25) yakni Suyanto, pelaku peneror Transmart meminta maaf kepada seluruh masyarakat Lampung atas, ulah usil anaknya yang menaruh barang mirip bom di pusat perbelanjaan tersebut pada 15 Mei 2018 lalu.
"Saya mohon maaf atas perbuatan anak saya, sehingga bikin masyarakat resah," ujar Kuasa Hukum Bintang David Sihombing menirukan omongan ayah kliennya, Senin (21/5/2018).
Selain itu, Suyanto juga meminta agar penyidik Subdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Lampung melakukan pemeriksaan secara profesional dan pasrah dengan apapun tindakan yang akan dilakukan oleh kepolisian. Ada sedikit permintaan Suyanto agar anaknya bisa diberikan waktu pada saat momen yang sudah ditunggu anaknya, yakni pada 17 Agustus 2018 ia akan berangka ke rumah pacarnya bernama Ledy, untuk melamar, dan rencananya pernikahan akan dilangsungkan pada September mendatang. 
Beberapa hari ini, juga Bintang yang memang jago melukis sketsa wajah, minta dibawakan kertas dan pensil. Kemudian juga orang tuanya membawakan makanan dan pakaian
"Ia dia minta anaknya itu, mau nikah bisa dipermudah, terlepas proses hukum apapun nanti," katanya.
Disinggung soal pasal yang disangkakan, saat ini penyidik masih melakukan pendalaman, sesuai dengan Undang-undang no 15 Tahun 2003, tentang Terorisme,  butuh 7x24 jam sejak diamankan untuk diketahui statusnya naik atau tidak. Kenadian tersebut, juga tidak ada korban sama sekali. "Jadi terpenuhi atau tidak unsur deliknya besok (red Selasa (22/5/2018),"katanya.
Senin tadi agenda pemeriksaan yakni seputar psikologi Bintang. Penyidik memeriksa psikis, karena saat ini Bintang sedikit agak tertutup, kendati menurut keluarga Bintang orang yang supel dan manja pada keluarga.
"Kata ibunya 3 tahun yang lalu, dia pernah kesurupan, tapi bukan artian tidak waras, dia sehat-sehat aja kok," katanya.
Sementara Wakapolda Lampung, Brigjenpol Angesta Romano Yoyol, mengatakan status bintang masih sebagai saksi terperiksa, dan belum ada peningkatan status. "Masih di sidik, kan kalau UU Terorisme waktunya 7 hari," katanya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR