LIWA (Lampost.co) -- Isak tangis haru dan kesedihan mewarnai pengumuman penerimaan siswa SMAN 1 Liwa Lampung Barat berdasarkan sistem zonasi yang ditetapkan pihak sekolah sejak, Jumat (8/6/2018).

Sejumlah siswa menganggap upaya dan perjuangan belajar selama tiga tahun di bangku SMP untuk meraih prestasi seakan sirna ketika harapannya bersekolah di sekolah impiannya harus gagal hanya karena alamat domisili jauh dari lokasi sekolah. 



Salah satunya, Media Maula Aliska, lulusan SMPN Sekuting Terpadu tidak berhenti menangis ketika mengetahui tidak lolos pada jurusan IPA SMAN 1 Liwa hanya karena alamat rumahnya berada di desa pekon balak kecamatan batubrak. Padahal sprestasi masuk enam besar saat di SMP Sekuting Terpadu.

"Percuma belajar rajin, percuma dapat juara, kalau pas daftar SMA tidak lolos karena zonasinya jauh," kata Maula kepada lampost.co.

Kata dia, beberapa temannya yang nilai sekolahnya jauh lebih rendah dari dirinya bisa diterima karena alamat domisilinya di kecamatan Balikbukit.

"Nilai rata-rata  UN saya 78,4. Bahasa indonesia saya 98.0, IPA saya, 80.0, matika 67,5, bahasa inggris 68.0. Sama nilai rata rata USBN 89.4, tapi saya tidak lolos. Ada anak dari SMP lain nilaI UN nya 50.7, nilai USBN nya 87 tapi dia di terima, cuma karena alamatnya lebih dekat," keluh Maula sambil.

Sementara salah satu wali murid, Ali  Amar yang juga anaknya tidak lolos melalui sistem zonasi mengatakan ketika alasan pemerintah menetapkan penerimaan melalui sistem zonasi untuk pemerataan siswa, tentu itu tidak adil karena dalam aistem zonasi tidak ada pertumbangan pretasi siswa.

"Harusnya meskipun diberlakukan sistem zonasi, ada presentasi nilai UN siswa, kalau ini mau dia juara umum kalau zonasinya jauh secara otomatis tidak lolos," ujar Ali Amar.

Sementara itu, kepala sekolah SMAN 1 Liwa, Iman Sofi,i membenarkan jika pihaknya melakukan penerimaan siswa melalui sistem zonasi sesuai intruksi dinas pendidikan provinsi Lampung.

"Kita menjalankan aturan, banyak sekali yang bertanya dan komplain tetapi kami berupaya bekerja sesuai ketentuan," tegas Imam

Menurut Imam, pada penerimaan siswa sebanyak 509 siswa mendaftar sementara kuota penerimaan siswa SMAN I Liwa sebesar 320 siswa. Dari jumlah tersebut sebanyak 70 persen atau sekitar 240 diterima melalui jalur zonasi, kemudian 5 persen (16 ) siswa diterima untuk jalur prestasi akademik, begitu juga jalur prestasi non akademik 16 orang, jalur anak guru dan pengawas sekolah 16 siswa, jalur luar daerah 16 siswa serta jalur Mandiri 16 siswa.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR