MESKI gelaran pemilihan umum serentak telah usai, hoaks alias berita bohong di negeri ini masih terus beredar di mana-mana dan bisa menimpa siapa saja. Belum lama ini, pada akhir September lalu, warga Bandar Lampung dan Pesawaran digegerkan dengan beredarnya potongan video pemukulan terhadap santri Pondok Pesantren Darul Huffaz yang berada di Jalan Raya Bernung No. 36, Gedongtataan, Pesawaran.

Polres Pesawaran akhirnya memastikan video yang viral dan menggegerkan masyarakat itu merupakan peristiwa lama. Kapolres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro mengatakan kekerasan itu memang betul terjadi pada 2018.



"Saya tidak tahu pasti ending-nya, karena saya belum menjabat kapolres Pesawaran saat kejadian. Saya sudah crosscheck kalau video yang dari semalam menggegerkan masyarakat itu video lama," kata Popon, dilansir dari Lampost.co, Selasa (24/9).

Aparat kepolisian juga langsung mengejar dalang di balik penyebaran kembali video tersebut untuk mengetahui motifnya. Jangankan sebuah pondok pesantren, seorang Siti Aisyah RA saja pernah terkena berita hoaks.

Kabar tidak benar ini membuat Rasulullah saw resah sehingga turun wahyu dari Allah, “Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan, siapa di antara mereka yang mengambil bagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar.” (Surah An-Nur Ayat 11).

Beredarnya video tersebut membuat para orang tua yang anaknya mondok di pesantren tersebut maupun pesantren lainnya panik dan resah. Hoaks seperti inilah yang merugikan pihak tertentu dan membodohi masyarakat awam. Dalam Alquran, dinyatakan dengan tegas, “Maka jauhilah (penyembahan) berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta.” (Surah Al-Hajj Ayat 30).

Pada ayat lainnya, para penyebar berita bohong digolongkan bersama orang-orang munafik dan orang-orang yang di dalam hatinya berpenyakit.

“Sesungguhnya, jika tidak berhenti orang-orang munafik, orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan berita bohong di Madinah, niscaya Kami perintahkan kamu (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tidak menjadi tetanggamu (di Madinah) melainkan waktu yang sebentar.” (Surah Al-Ahzab Ayat 60).

Terakhir, yang perlu dilakukan umat Islam adalah budayakan sikap tabayun supaya tidak tertipu oleh hoaks. “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (Surah Al-Hujurat: 6). Wallahualam.

 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

TAGS


KOMENTAR