BANDUNG (Lampost.co)--Elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden di media sosial  menempatkan Jokowi masih unggul, disusul Prabowo, Sandiaga Uno, dan yang terendah Ma’ruf Amin.

Rendahnya berita cawapres nomor 01 Kiai Ma’ruf Amin di tiga media sosial, yakni Facebook, Twitter, dan Instagram, memicu Direktur Sukarelawan TKN Maman Imanulhaq untuk menggerakkan sukarelawan yang aktif di medsos untuk mengoptimalkan medsos Kiai Ma’ruf. 



Ditemui di rumah kerja sukarelawan Jabar (Daerah Karangsetra) Bandung, Senin (31/12/ 2018), Maman menyebutkan alasan pentingnya optimalisasi medsos Kiai Ma’ruf.

“ Kiai Ma’ruf punya kekuatan di konten, terutama narasi ekonomi umat, politik kemaslahatan, dan isu kebangsaan. Tapi itu belum tersosialisasikan dengan baik karena pengelolaan medsosnya yang belum optimal,”  tutur Maman. 

Maman menambahkan kegiatan “Influzer NgaGoak” menjadi pilihan gerakan sukarelawan untuk mengoptimalkan konten Kiai Ma’ruf, baik narasi, performa, maupun juga sisi keseharian ketua MUI itu.

“NgaGoak” adalah bahasa Sunda yang berarti berteriak, yang merupakan bentuk ajakan bagi aktivis medsos, terutama generasi milenial pesantren untuk menyosialisasikan Kiai Ma’ruf Amin sebagai cawapres nomor urut 01.

Kegiatan yang dimulai di Bandung dan akan terus dilaksanakan di 10 kota di Jabar, DKI, dan Banten ini diharapkan mendongkrak elektabilitas Kiai Ma’ruf di daerah tersebut. 

Tim Cyber Tropper TKN Jokowi Amin, yang dipimpin Arya Sinulingga dan sukarelawan Kediri 01, jadi pemateri dan fasilitator dalam kegiatan yang diikuti generasi Milenial Pesantren, aktivis remaja masjid, dan mahasiswa.

“Kita masih punya waktu sekitar tiga bulan lebih untuk menguatkan soliditas sukarelawan baik darat maupun udara. Saya yakin pasangan 01 Jokowi-Amin akan merebut suara Milenial dan memenangkan Pilpres 2019 di Jabar, DKI, dan Banten di atas 60%,” kata Maman optimistis.

 

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR