KALIANDA (Lampost.co) -- Pemerintah Desa Margasari, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, terus berbenah menuju desa yang maju. Hal itu dibuktikan dengan berbagai Pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan melalui anggaran dana desa (DD).

Kepala Desa Margasari, Hermawan mengatakan pihaknya terus berbenah disegala bidang melalui anggaran DD. Tahun ini saja anggaran DD dan ADD yang diterima telah dialokasikan untuk berbagai pembangunan.



"DD tahun ini kami mulai dengan pembangunan gedung Posyandu ukuran 5x7 meter senilai Rp72,6 juta di Dusun Mekarsari telah rampung dibangun. Kemudian, gedung TPA ukuran 7,5 x 12 meter senilai Rp114,0 juta di Dusun Sukasari," kata dia saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (17/7/2018).

Selanjutnya, kata Hermawan, pembangunan gorong-gorong plat beton sebanyak 5 unit juga rampung, diantaranya 4 unit ukuran 2,5x1 meter senilai Rp16,9 juta dan 1 unit ukuran 4x1 meter senilai Rp6 juta yang tersebar di tiga dusun. "Masih di tahap pertama ada rehab berat Balai Desa senilai Rp79,8 juta dari anggaran ADD 2018," ujarnya.

Hermawan menambahkan pada tahap kedua pihaknya akan membangun warung desa (Wardes) ukuran 6x9 meter senilai Rp136,6 juta di Dusun Sukasari, Drainase dengan volume 234 meter kubik senilai Rp102,7 juta, talud 34 meter kubik senilai Rp9,1 juta dan sumur bor persawahan 3 unit senilai Rp35,3 juta.

"Pada tahap ketiga, ada pembangunan jalan cor beton ditiga titik, seperti jalan Ahdi Jaya Kusuma dengan ukuran 184x1,5x0,1 meter senilai Rp47,0 juta, jalan Rejab berujuran 84x1x0,1 meter senilai Rp21,2 juta, jalan Endang berukuran 133x1,5x0,1 meter senilai Rp34,1 juta dan jalan di Dusun Pematangsari berukuran 360x1,5x0,1 meter senilai Rp95,6 juta. Total keseluruhan panjang jalan 670 meter dengan anggaran Rp198,1 juta," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Margasari Sugiyanto mengatakan pendapatan desa pada 2018 terdiri dari DD sebesar Rp943,2 juta, ADD Rp401,4 juta, Silpa 2017 Rp11,8 juta dan Dana Provinsi Rp6 juta.

"Untuk belanja pada 2018 ini terdiri dari bidang pemerintahan desa sebesar Rp340.1 juta, pembangunan Rp771,7 juta, Pembinaan Rp73,6 juta, pemberdayaan Rp82,7 juta dan penyertaan modal BUMDes Rp94,3 juta," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR