KOTABUMI (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten Lampung Utara bersama Hiswana Migas dan stakeholder terkait melaksanakan operasi pasar (OP) dalam rangka menjawab keluhan warga akan sulitnya mendapatkan tabung elpiji ukuran 3 kg atau atau biasa disebut gas melon di sekitar Kotabumi, Selasa (2/7/2019) petang,

Terdapat dua tempat yang dijadikan lokasi operasi pasar tabung gas elpiji yang diperuntukkan bagi warga kurang mampu itu. Yakni di Bilangan Kompi Lama, Tanjungaman dan Tanjungsenang, Kecamatan Kotabumi Selatan. Dengan jumlah masing-masing sebanyak 560 tabung sesuai dengan harga eceran tertinggi dari Gubernur Lampung. Dalam operasi pasar tersebut, praktis diserbu warga, karena warga mengaku satu pekan belakangan sulit mencari gas melon. Kalaupun ada, harganya selangit.



"Alhamdulillah mas, ada operasi pasar begini. Kami masyarakat bawah khususnya sangat terbantu. Apalagi ini harganya murah. Mudah-mudahan tidak ada kelangkaan lagi kedepan, karena masyarakatlah yang paling merasakan dampaknya," kata Yati, salah seorang pembeli.

Menurutnya, baru kali ini ada pangkalan yang menjual langsung seperti kegiatan operasi pasar tersebut. Sebab, dil apangan masyarakat hanya tahu membelinya di warung. Sementara di tingkat pangkalan tidak ada karena telah dijual kepada pedagang atau pengecer.

"Ya kalau hari biasa gak pernah ada kalau mau beli di pangkalan. Makanya kami beli di warung. Meski dengan harga jauh dari yang ditetapkan, tapi mau gimana lagi. Dari pada tidak masak, terpaksa kita beli juga walaupun mahal," terangnya.

Kordinator Perwakilan PT Rizki Eka Windu yang beralamat di Sukamenanti, Kecamatan Bukit Kemuning, Imam mengatakan dalam OP gas elpiji 3 kg pihaknya membatasi pembelian maksimal 2 tabung/orang. Dengan harga sesuai HET ditentukan pemerintah, yakni 16.500 per tabung.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR