LAMPUNG POST | lampost.co logo
LAMPUNG POST | Operasi Pasar Beras Tidak Mampu Tekan Harga
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Rahmad)

Operasi Pasar Beras Tidak Mampu Tekan Harga

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)---Operasi pasar (OP) yang digelar Bulog Divre Lampung tidak mampu menekan harga di pasara. Sebab, harga komoditas yang menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia ini masih mengalami kenaikan signifikan.
OP kerja sama Bulog dengan berbagai Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, Polda Lampung, dan instansi terkait digelar Januari—Maret 2018. Namun, di pasaran harga masih bertahan tinggi Rp13 ribu untuk jenis medium.
Salah satu pedagang sembako di Pasar Tamin, Zahra (32), mengaku kenaikan harga beras berlangsung sejak awal Desember 2017. Perlahan naik dan hingga saat ini harga tetap bertahan di Rp13 ribu untuk premium. "Naiknya perlahan sejak Desember lalu, kalo yang saya tahu karena belum ada panen jadi stok beras di Pringsewu menipis," kata dia, Jumat (12/1).
Tidak berbeda kondisi di Pasar Pasir Gintung. Beras yang dijual juga seharga Rp13 ribu per kg. Pedagang sembako di pasar tersebut, Santi (43), mengungkapkan kenaikan harga sejak awal Januari lalu. "Dari Rp10 ribu per kg menjadi Rp13 ribu, naiknya tinggi," ujarnya.
Salah satu pembeli beras, Joko (35), yang juga memiliki usaha pecel lele di Ratulangi, mengaku ia harus menyiasati agar dagangannya tetap dihampiri konsumen. "Kalau beli sih tetap 20 kg sehari, tapi menyiasati kurangi nasinya tapi harga tidak dinaikkan," kata dia.
Di Lampung Selatan, harga beras juga bertahan tinggi. Tingginya harga beras di sejumlah wilayah Lampung Selatan diakibatkan kosongnya stok gabah dari tingkat petani. Berdasarkan informasi yang dihimpun harga beras di Lamsel mencapai Rp13 ribu per kg untuk beras jenis premium, jenis medium seharga Rp11.800/kg dan jenis biasa Rp11.500/kg.
Sementara satgas pangan Lampung masih terus berkoordinasi walau harga beras masih terus melambung. Ketua Satgas Pangan Lampung yang juga Dirrekrimsus Polda Lampung Kombes Aswin Sipayung, melalui Kasubdit I Indagsi AKBP Budiman Sulaksono, mengatakan upaya pemantauan sebenarnya dilakukan setiap instansi dan juga tiap Polresta/Polres.
"Kami sebenarnya sudah imbau terus ke pedagang dengan pasang pengumuman, jangan jual di atas HET," ujarnya.

Impor
Dari Jakarta, diketahui keran impor beras kembali dibuka setelah dua tahun terakhir tidak dilakukan. Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengaku impor sebanyak 500 ribu ton tersebut hanya untuk cadangan beras pemerintah (CBP). "Pak Mendag mengatakan bahwa yang diimpor adalah beras khusus jadi tidak terganggu kan," ujar Amran usai rapat koordinasi dengan Menko Perekonomian Darmin Nasution, kemarin.
Amran menambahkan impor sebanyak 500 ribu ton tidak terlalu banyak karena hanya setara dengan stok selama enam hari. "Berapa sih kalau 500 ribu itu? Kebutuhan kita 2,5 juta ton per bulan kan. Itu setara dengan enam hari, itu cadangan," kata dia.

 

LAMPUNG POST

BAGIKAN

Comments
TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv